Polisi Diminta Hentikan Proses Hukum Penyebar Meme Novanto


Ketua DPR Setya Novanto (tengah) meninggalkan ruang persidangan usai bersaksi di persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Hari ini, Novanto hadir menjadi saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.(foto:istimewa)
Jakarta, Kabar28.com - Koalisi Masyarakat Sipil Antidefamasi mendesak Polri menghentikan proses pidana kepada penyebar meme Ketua DPR Setya Novanto saat sedang terbaring di rumah sakit.
Koalisi tersebut antara lain LBH Pers, AJI Jakarta, ICW, Elsam, YLBHI, LBH Jakarta, Kontras dan ICJR.
"Segera hentikan pemidanaan terhadap penyebar meme Setya Novanto," ujar Direktur LBH Pers Nawawi Bahrudin dalam konferensi persnya di Jakarta, Minggu (5/11/2017).
"Sebaiknya kuasa hukum Setya Novanto mencabut aduan karena dampaknya yang ditimbulkan dari pemidanaan ini akan merugikan banyak pihak dan menimbulkan ketakutan di masyarakat," lanjut dia.
Ke depan, masyarakat menjadi takut untuk mengekspresikan semua hal yang dianggap janggal atau menjadi pertanyaan terkait pejabat publik.
Akhirnya, ketakutan tersebut mematikan kritik terhadap kinerja pejabat publik, khususnya wakil rakyat. Proses demokratisasi di Indonesia pun menjadi terhambat.
Koalisi juga berpendapat, Setya Novanto tidak semestinya melaporkan penyebar meme-nya ke Polri.
"Mengingat Setya Novanto adalah seorang pejabat publik, jadi harusnya siap dari segala macam kritikan yang ditujukan kepada dirinya. Malah harusnya menjadi bahan koreksi," ujar Nawawi.
Setidaknya ada 32 akun media sosial yang dimlaporkan ke polisi karena mereka mengunggah meme Novanto.
Sebanyak 32 akun tersebut terdiri dari 15 akun Twitter, 9 akun Instagram, dan 8 akun Facebook.
Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safrudin mengatakan, penyidik terus mendalami konten-konten yang diunggah akun-akun tersebut.
Namun, dari puluhan akun yang dilaporkan, hanya ada beberapa yang kontennya terdeteksi.
Polisi sebelumnya telah menangkap Dyan Kemala Arrizzqi yang mengunggah meme Novanto di akun Instagramnya, @dazzlingdyann.
Menurut Asep, bisa saja hal yang sama dilakukan terhadap pemilik akun lainnya jika ada bukti dan keterangan ahli yang memberatkan bahwa ada unsur pidana dalam konten yang diunggah tersebut.
"Tergantung bukti hasil penyelidikan. Kalau dua alat buktinya tidak cukup, ya kan tidak bisa," kata Asep.
Asep membantah kepolisian mengistimewakan Novanto karena langsung menangkap orang yang dilaporkan oleh Ketua Partai Golkar itu.
Apalagi dikaitkan dengan latar belakang Dyan yang merupakan politisi Partai Solidaritas Indonesia.
"Tidak ada hubungannya dengan politisi. Kita bekerja bukan ngincer politik, tapi karena ada laporan," kata dia.
Adapun Novanto ingin agar polisi menuntaskan proses hukum terhadap para penyebar meme satir tentang dirinya di media sosial.
Novanto tidak berencana mencabut laporan polisi.
"Pokoknya kami teruskan yang soal meme itu. Sudah kami serahkan kepada pihak penyidik. Jadi, kami lanjutkan," kata Novanto.
Sumber: kompas.com