Tolak Stiker, Taksi Online: Mobil Kami Bukan Angkot


Aksi Massa Tolak Stiker di Mobil (Foto : istimewa)
Jakarta, Kabar28.com,- Sekitar 700-an driver taksi online siang ini menggelar unjuk rasa di depan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, (25/10/2017). Mereka merupan pengemudi taksi aplikasi yang berasal dari Jabodetabek, serta wilayah lain dari Banten dan Jawa Barat.
Dari beberapa spanduk tuntutan, satu permintaan mereka yakni menolak penempelan stiker pada mobil yang digunakan untuk bekerja. "Kami menolak stiker di body mobil kami, mobil kami bukan angkot. #save driver online," tulis pendemo dalam salah satu spanduk yang dibawanya ke depan kantor Kemenhub.
Sementara itu, salah seorang orator yang berada di atas komando berujar, keberatan pemasangan stiker karena fungsinya nantinya bisa membatasi area operasi dari taksi online itu sendiri.
"Mobil-mobil kita sendiri, bayar pajak sendiri, masa jalan-jalan ke ke luar Jakarta enggak boleh. Kami tolak stiker di mobil, memangnya mobil kita itu angkot," kata orator tersebut dengan nada bersemangat disambut tepukan antusias dari rekan-rekannya.
Sebagai informasi, dalam revisi Permenhub Nomor 26 tahun 2017, sedikitnya ada 9 poin yang ditekankan dalam aturan tersebut, antara lain argometer, tarif, wilayah operasi, kuota/perencanaan kebutuhan, persyaratan minimal 5 kendaraan, bukti kepemilikan kendaraan bermotor, domisili tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), sertifikat registrasi uji tipe (SRUT), dan peran aplikator.
Sumber : detik.com