Lebih dari 200 Ribu Anak di Jakarta Belum Diimunisasi MR


Ilustrasi Imunisasi (Foto : Istimewa)
Jakarta, Kabar28.com,- Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan, hingga 3 Oktober 2017 lebih dari 200.000 anak di Jakarta belum diberi imunisasi measles rubella (MR).
Namun, jumlah tersebut mulai berkurang karena Dinas Kesehatan DKI Jakarta kembali memberikan imunisasi kepada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, kata Koesmedi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, ada 2.446.569 anak di Jakarta yang harus diimunisasi MR untuk memutus transmisi penularan penyakit campak dan rubella.
Namun, hingga 3 Oktober, anak yang sudah diimunisasi pada periode Agustus-September 2017 sebanyak 2.241.233 anak atau 91,61 persen.
Persentase di DKI ini menempati urutan kedua terendah dari semua provinsi di Pulau Jawa. Sementara yang terendah ditempati Provinsi Banten dengan 90,86 persen.
Koesmedi mengatakan, ada beberapa alasan masih banyaknya anak yang belum diimunisasi.
"Ada beberapa penolakan dan perlu approach khusus, ada yang KTP DKI tapi sekarang tidak di DKI lagi, misal di Tangerang atau Bekasi, Depok," kata dia.
Selain itu, banyak kawasan elite dan sekolah internasional di Jakarta yang sulit ditembus petugas Dinas Kesehatan. Hal itu juga menjadi alasan lain banyaknya anak yang belum diimunisasi MR.
"Kan di Jakarta itu masalahnya ada sekolah internasional, ada daerah elite, kayak gitu-gitu, sulit masuk ke situ," kata Koesmedi.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus melakukan penyuluhan agar orangtua mau memberikan izin anaknya untuk diimunisasi MR.
Sumber : kompas.com