Ini Tradisi Tahunan Masyarakat Ogan Ilir Jelang Ramadhan


Tradisi sedekah ruwah masyarakat Tanjung Batu. (foto : arie)
Indralaya, Kabar28.com,- Sedekah Ruwah (Ruwahan), merupakan tradisi tahunan yang rutin digelar masyarakat Kabupaten Ogan Ilir (OI) jelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Tak terkecuali masyarakat Desa Seri Kembang, Kecamatan Payaraman serta kecamatan-kecamatan lainnya dalam wilayah Kabupaten OI yang dikenal sebagai kota santri.
Kegiatan tersebut digelar bertujuan untuk mendoakan arwah sanak keluarga yang telah meninggal dunia, yang digar pada bulan Sya'ban, atau sering disebut dengan Nisfu Sya'ban.
Suharman, salah seorang masyarakat desa Seri Kembang mengatakan, jelang bulan suci Ramadhan masyarakat biasanya melakukan berbagai kegiatan keagamaan seperti Ruwahan, sebagai wujud syukur atas karunia dan rizki yang diberikan Allah SWT.
"Selain makan dan minum, kegiatan utama dalam ruwahan tersebut ialah dengan membaca Surat Yasin, doa dan dzikir bersama. Lebih bagus lagi kalau kita bisa berziarah dan membersihkan makam keluarga masing-masing," ujarnya, Senin (22/5).
Lanjjutnya, ziarah dan membersihkan makam adalah sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang terhadap arwah keluarga terutama kedua orang tua yang sudah meninggal dunia.
"Ramadhan merupakan bulan suci dimana kita harus banyak beribadah dan berharap mendapat keselamatan serta keberkahan dalam hidup. Dan sebagai umat manusia kita juga harus mempererat tali silahturahim antar sesama," pungkasnya. (app)