Dikbud Akui Biaya Sewa Fasilitas UN Komputer Cukup Mahal


Ilustrasi UN Menggunakan Komputer (Foto : Istimewa)
Ternate, Kabar28.com, - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ternate, Maluku Utara (Malut), menyatakan biaya sewa fasilitas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kepada Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kota Ternate tahun 2017 terlalu mahal untuk disewa.
"Dengan tidak ada fasilitas komputer yang dimiliki sekolah SMP hingga yang mau menyelengarakan UNBK terpaksa menyewa alat komputer milik Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Ternate dengan biaya mahal," kata Kadikbud Kota Ternate, Ibrahim Muhammad di Ternate, Kamis (2/3/2017).
Ibrahim mengatakan, para kepala sekolah SMA mestinya harus paham kalau alat komputer yang tersedia di sekolah tersebut milik Pemkot Ternate, kendati saat ini seluruh SMA sudah berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Malut.
"Kepala sekolah SMA harus mengerti karena dulu alat ini juga dari Pemkot dan murid SMP ini juga kedepan pasti masuk SMA, karena saya dapat laporan dari beberapa SMP bahwa ada SMA minta terlalu mahal untuk sewa jasa operator komputer dan lain-lain," ujarnya.
Menurutnya, penempatan lokasi UNBK di sekolah SMA yang ada di Kota Ternate adalah kewenangan Dikjar provinsi melalui rapat koordinasi beberapa waktu lalu yang dinamakan sekolah mitra, yakni dilihat sekolah SMP yang jaraknya berdekatan dengan SMA maka lokasi itu yang digunakan sebagai tempat UNBK yang sudah tersedia fasilitas Komputer milik SMA bersangkutan.
Kendati demikian, Ibrahim berjanji bakal membicarakan kembali dengan Dikjar terkait standar besaran anggaran pasrtisipasi pembayaran jasa operator yang diminta pihak SMA sehinga tidak sesuka hati dengan menentukan besaran anggaran tersebut agar semua SMP disamaratakan pembayarannya.
Karena seluruh anggaran bantuan operasional sekolah yang digunakan SMA dalam pelaksanaan UNBK bisa dipertangungjawabkan.
Sementara jumlah sekolah SMP yang ada dikota Ternate sebanyak 15 sekolah, yang ikut dalam UNBK sebanyak 8 sekolah sisanya masih pakai Ujian sistem manual diantaranya Kecamatan Moti, hiri dan Batang dua lantaran masih krisis jaringan internet.
Untuk itu, Ibrahim berjanji tahun depan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempersiapkan kebutuhan computer, sehingga tidak lagi terjadi seperti yang dialami saat ini.
Sumber : okezone.com