Kemendagri: Ribuan E-KTP Tercecer di Jalanan Bogor Murni Kelalaian Ekspedisi


E-KTP (Foto : istimewa)
Jakarta, Kabar28.com,- Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arief Fakrulloh meluruskan informasi terkait jatuhnya ribuan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el/e-KTP) di Jalan Raya Salabenda, Semplak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Zudan mengatakan, kasus tersebut kini sudah ditangani pihak kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan, jatuhnya e-KTP itu murni kelalaian pihak ekspedisi dan tidak ada perbuatan melawan hukum.
Polres Bogor, kata Zudan, sudah memeriksa 17 orang, termasuk Staf Dirjen Dukcapil dan sopir kendaraan pengirim e-KTP. Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian.
"Dari hasil konferensi pers (dengan Polres Bogor) tersimpulkan bahwa terjatuhnya KTP-el murni karena kelalaian ekspedisi. Jadi, tidak tersapat perbuatan melawan hukum," ujar Zudan di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018).
Zudan menyampaikan bahwa proses investigasi di internal Kemendagri juga sudah berjalan sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dari hasil investigasi internal ditemukan fakta bahwa KTP-el yang tercecer di Jalan Raya Salabenda adalah kartu yang rusak atau invalid.
"Jadi sudah kita cek semua, ini KTP-el yang rusak. Kerusakannya terbagi dua, ada yang rusak elemen datanya dan ada juga yang rusak fisiknya. Berdasarkan hasil penyelidikan yang tercecer kemarin ada sekitar 6 ribu keping," ungkapnya.
Zudan menambahkan, e-KTP yang tercecer itu merupakan barang rusak dan hasil pencetakan massal dari 2010 sampai awal 2014, serta barang yang rusak dari daerah untuk minta diganti.
"Tercecernya KTP-el yang terjadi di Jalan Raya Salabenda merupakan kejadian yang pertama. Sesuai dengan SOP yang ada di Dukcapil, setiap KTP-el yang rusak akan dipindahkan dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke gudang Kemendagri di Semplak, Bogor, menggunakan ekspedisi," terang dia.
Sumber : okezone.com