Pengurus MUI: Pelaku Teror di Surabaya Keliru Pahami Ajaran Islam


Lia Cikita 2018-05-15 17:50:11 Nasional 31 kali

para pelaku teror dan bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu keliru dalam menafsirkan dan memahami Alquran serta Hadis (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, -  Wakil Sekretaris Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Abdul Moqsith Ghozali menyebut, para pelaku teror dan bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu keliru dalam menafsirkan dan memahami Alquran serta Hadis.

Tak hanya itu, mereka juga keliru memahami sejarah Nabi Muhammad SAW.

"Mereka keliru dalam membaca Alquran, hadis, dan sejarah Nabi (Muhammad). Dalam zaman nabi, peperangan karena pertahanan diri, bukan karena perlawanan," ujar Moqsith dalam sebuah diskusi di kantor Wahid Foundation, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Moqsith menyebut pula, perang yang diterjemahkan para pelaku teror di Surabaya, tidak sesuai dengan syariat Islam. Sebab, Islam tidak membenarkan perempuan dan anak-anak terlibat dalam perang.

Dalam sejarah, istri Nabi Muhammad maupun para sahabat-sahabatnya tidak pernah dilibatkan dalam perang.

"Itu tidak syar'i, salah kalau libatkan perempuan dalam peperangan. Melibatkan anak-anak dalam peperangan. Tidak benar kalau merujuk ke Al-Qur'an, hadits, dan sejarah Nabi," tutur Moqsith.

Selain itu, kata Moqsith, tidak ada alasan untuk berperang seperti yang diklaim oleh para pelaku teror dan kelompok radikal saat ini. 

"Presidennya Islam, ketua parlemen Islam. Ada undang-undang wakaf, produk halal, apa lagi yang dicari? Umat Islam tidak terusir," sebut Moqsith.

Ia menegaskan, apapun yang dilakukan oleh kelompok radikal bertentangan dengan syariat Islam. Tidak hanya itu, ia juga menyatakan, tindakan yang dilakukan teroris lemah dari sisi syariat Islam. 

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close