Politikus PKS Dituntut 10 Tahun Penjara Terkait Suap Proyek Jalan


Yudi Widiyana saat menjalani sidang tuntutan (Foto: istimewa)
Jakarta, Kabar28.com, - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widana Adia dengan hukuman 10 tahun penjara dengan subsidair enam bulan bui serta denda Rp1 miliar.
Menurut Jaksa, Yudi dinilai terbukti bersalah secara sah telah menerima lebih dari Rp11 miliar dari pengusaha Soe Kok Seng alias Aseng dalam kasus proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan di wilayah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX (BPJN IX) Maluku dan Maluku Utara sebagai usulan 'Program Aspirasi' untuk tahun anggaran 2015.
"Terdakwa Yudi Widiana Adia telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata Jaksa Iskandar Marwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).
Tak hanya itu, Jaksa juga meminta kepada Hakim untuk menjatuhkan hukuman berupa pencabutan hak untuk dipilih selama lima tahun setelah menjalani pidana pokok.
Dalam menyusun surat tuntutan, jaksa mempertimbangkan perbuatan Yudi. Antara lain, perbuatan Yudi tidak mendukung program pemerintah, menciderai amanat rakyat sebagai anggota DPR, dan tidak berterus terang.
Sementara itu, pertimbangan yang meringankan yakni Yudi bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum.
Dalam kasus ini, Yudi sebelumnya, didakwa menerima uang sebesar Rp2,5 miliar dan USD214.300 ditambah USD140.000 yang apabila dijumlahkan nilai uang dugaan suap tersebut mencapai Rp11,1 miliar.
Uang tersebut diterima Yudi dengan maksud untuk meloloskan usulan proyek pembangunan jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara tahun 2015-2016. Dalam hal ini, Aseng ditunjuk sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan jalan itu.
Atas perbuatannya, Yudi didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 KUHP.
Sumber : okezone.com