Pebalap Muda Indonesia Juara F4 South East Asia 2016-2017


Sentul, Kabar28.com - Pebalap muda Indonesia, Presley Martono, sukses naik podium tertinggi di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/11).
Presley berhasil finis di urutan pertama pada balapan keempat seri ke-3 Formula 4 South East Asia (F4 SEA) 2016-2017.
Presley memenangi balapan sepanjang 14 putaran tersebut dengan catatan waktu 23 menit 30,782 detik.
Dia mengungguli Faine Kahia (Selandia Baru) dan Mohamed Nalwala (India) yang berturut-turut finis di urutan kedua dan ketiga.
"Saya sangat senang bisa jadi juara karena balapan ini di Indonesia. Kemenangan ini membuktikan kegigihan dan semangat pantang menyerah saya sangat penting dalam balapan," kata Presley seusai balapan.
Presley memulai balapan keempat dari posisi start ketiga. Dia terus mempertahankan posisinya hingga dua lap terakhir.
Memasuki lap ke 12, Presley berhasil memperbaiki posisi ke urutan kedua. Pebalap kelahiran 15 Juni 2000 itu akhirnya menuntaskan balapan sebagai juara setelah menyalip Kahia di tikungan terakhir menjelang garis finis.
"Saya tahu mobil saya lebih cepat dari Kahia, makanya saya pacu terus sampai ke tikungan terakhir," ujar Presley.
"Saya juga yakin bisa mengejar dia karena jarak pada setiap putaran semakin berkurang. Di tikungan terakhir, saya hanya berpikir do or die," kata dia menambahkan.
Balapan keempat ini menjadi hasil terbaik yang dicatat Presley pada seri ketiga.
Sebelumnya, pada balapan pertama dan ketiga, Presley tampil sebagai runner-up. Pada balapan kedua, Presley gagal finis.
Presley punya kesempatan kembali naik podium. Seri ketiga F4 SEA masih menyisakan dua balapan pada Minggu (13/11).
Berikut hasil balapan keempat seri ke-3 F4 SEA.
Presley Martono (Indonesia) 23 menit 30,782 detik
Faine Kahia (Selandia Baru) +0,220 detik
Mohamed Nalwalla (India) +22,890 detik
Akash Gowda (India) 49,096 detik
DNF
Keanon Santoso (Indonesia)
Isyraf Danish (Malaysia)
Chia Wing Hoong (Malaysia)
Danial Nielsen Frost (Singapura)
Khalid Al Wahaibi (Oman)
Sumber : Juara