Beli Gabah di Atas Ketentuan, Polisi Geledah Pabrik Beras di Bekasi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,-  Jajaran penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri melakukan penindakan terhadap gudang beras PT Indo Beras Unggul (PT IBU) yang terletak di Jalan Rengas KM 60 Karangsembung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat pada Kamis 20 Juli 2017 sekira pukul 15.30 WIB.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan berdasarkan hasil penyidikan, diperoleh fakta bahwa PT IBU melakukan pembelian gabah di tingkat petani sebesar Rp4.900. Harga teresebut kata Agung terlalu tinggi dan melampaui jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah.

"Ini dapat berakibat ‘matinya’ pelaku usaha lain, dikarenakan tidak bisa maksimal dalam melakukan pembelian gabah. Dan ini berdampak pada kerugian pelaku usaha lain (konkuren) tersebut," kata Agung melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (21/7/2017).

Agung menjelaskan dengan membeli gabah dengan harga tinggi, PT IBU akan memeroleh mayoritas gabah dibandingkan dengan pelaku usaha lain. Petani akan lebih memilih menjual gabah ke PT IBU dikarenakan PT IBU membeli gabah Jauh diatas harga pemerintah.

"Gabah yang diperoleh PT IBU tersebut kemudian diproses menjadi beras dan dikemas dengan merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago untuk dipasarkan di pasar modern dengan harga Rp13.700/Kg dan Rp20.400/Kg," katanya.

Bahkan, sambung Agung harga penjualan beras ditingkat konsumen oleh PT IBU juga jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp9.500/Kg.

"Tindakan yang dilakukan oleh PT IBU tersebut menurut ahli pidana dapat dikatagorikan sebagai perbuatan curang untuk memperluas perdagangan yang dapat merugikan pelaku usaha lain," katanya.

Selain itu penyidik menduga mutu dan komposisi beras Maknyuss an Cap Ayam Jago yang diproduksi PT IBU, tidak sesuai dengan apa yang tercantum pada Label. Hal ini didasarkan pada hasil laboratorium pangan terhadap merek beras tersebut.

"Tentunya para pelaku usaha yang terkait dengan pangan harus mengikuti harga acuan bahan pangan yang diatur pemerintah, saat ini aturan tersebut telah diperbaharui melalui Permendag 47 tahun 2017 yang ditetapkan tanggal 18 Juli 2017. (Revisi permendag 27 tahun 2017)," katanya.

Penyidik, kata Agung, menduga terdapat tindak pidana dalam proses produksi dan distribusi beras yang dilakukan PT IBU sebagaimana diatur dalam pasal 383 Bis KUHP dan pasal 141 UU 18 tahun 2012 tentang Pangan dan pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Tersangka masih kita lidik. ncaman hukuman 5 tahun penjara untuk kasus ini," tukasnya.

Sumber : okezone.com

Baca Lainnya

close