Sidang Kasus Masjid Sriwijaya, Pengacara Alex Noerdin Setuju Pendapat Ahli

Sidang kasus dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya, di PN Tipidkor Palembang, Senin (9/5/2022).

PALEMBANG, Kabar28.com,- Pakar Administrasi Negara dan Keuangan Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Dian Puji Simatupang dihadirkan sebagai salah satu ahli.

Pakar yang pernah menjadi ahli kasus korupsi ASABRI ini hadir dalam persidangan terdakwa Alex Noerdin, di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Palembang, Senin (9/5/2022).

Diungkapkan Dian, terkait pemberian dana hibah dari sisi formil maupun materil seperti fisik bangunan merupakan tanggung jawab Yayasan Masjid Sriwijaya selaku penerima.

"Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 Tahun 2011 tentang tanggung jawab penerima hibah," ungkapnya, di hadapan Ketua Majelis Hakim, Yoserizal.

Sedangkan untuk proses lelang, dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 yang ruang lingkupnya meliputi kementerian, lembaga, daerah dan institusi.

"Namun pengurus yayasan tak harus tunduk terhadap Perpres terkait pengadaan lelang proyek Masjid Sriwijaya," ujar Dian.

Lanjutnya, terkait uang ada dasar hukum Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), berapa besarannya tergantung keputusan gubernur.

"Tak ada masalah hukum dalam pemberian dana hibah, karena laporan pertangungjawaban sudah dilaksanakan dan sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” tutupnya.

Sementara itu, salah satu tim Pengacara terdakwa Alex Noerdin, Nurmalah mengaku setuju dengan pendapat ahli. Menurutnya, dana hibah adalah tanggung jawab penerima.

"Pertanggungjawaban dana hibah ada pada pengurus yayasan selaku penerima, sebagai pemberi gubernur tak bisa diminta tanggungjawab," ujarnya. (*)

Baca Lainnya

close