Perkimtan OI Segera Bangun Rumah Amir yang Ambruk

Kepala Disperkimtan OI, Yusriani Emiyati.

INDRALAYA, Kabar28.com,-  Ambruknya rumah Amir (55), warga Desa Aurstanding, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, akibat diterjang angin, Selasa (18/01/2022) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, langsung mendapatkan perhatian Dinas Pekerjaan Umum Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Ogan Ilir.

Rencananya, rumah pria yang selama 10 tahun terakhir mengidap sakit stroke ini, akan dibangun kembali oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Perkimtan Ogan Ilir.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Perkimtan Ogan Ilir, Hj Yusriani Emiyati. Menurutnya, tidak hanya rumah Amir, ada tiga rumah lainnya yang akan dibangun pihaknya karenar umah-rumah tersebut ambruk diakibatkan bencana alam.

“Selain rumah Amir di Pemulutan, ada juga rumah roboh akibat bencana alam seperti Desa Palu Kecamatan Pemulutan Selatan, Rambang Kuang, dan Tanjung Raja. Tim kita juga saat ini sedang ke lokasi, untuk melakukan peninjauan rumah ambruk tersebut,” tuturnya.

Tahun 2022 ini, katanya, pihaknya menganggarkan sebanyak 22 unit rumah untuk dibangun karena diakibatkan bencana alam. “Pembangunan rumahnya tergantung kerusakannya. Klau ambruk dan tidak bisa dimanfaatkan lagi, kita anggarkan Rp32 Juta untuk satu unit rumah, tipe 45, ” ungkapnya.

Nanti katanya, setelah didata dan datanya sudah lengkap, uangnya akan ditranfer ke rekening yang bersangkutan. “Kita juga melakukan kerjasama dengan pihak toko. “Kerjasama dengan pihak toko ini, tujuannya agar penerima bantuan benar-benar membangun rumahnya,” terangnya.

Tak hanya itu katanya, jika penerima bantuan ingin minta langsung dibangun pihaknya, pihaknya pun siap. “Tergantung penerima bantuan, mau bangun sendiri atau menyerahkan kepada pihak kita, bisa juga,” kata wanita berhijab dan berkacamata ini.

Pihaknya juga menekankan, bahwa penerima bantuan diutamakan pemilik dan warga Ogan Ilir asli. “Kan kalau yang sudah-sudah, ada warga yang rumahnya roboh, tapi KTP nya bukan KTP Ogan Ilir dan tidak memiliki KTP, ada juga lahannya hanya menumpang, ini tidak bisa kita bantu. Untuk KTP Ogan Ilir dan lahannya menumpang, kita tetap bantu sewakan rumah selama tiga bulan saja,” jelasnya.

Tak lupa, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, yang mau dan sudah tinggal di Ogan Ilir untuk segera mengurus KTP. “Manfaatnya banyak, jika warga susah dan tidak mampu, pemerintah mudah mendata dan memberi bantuan jika terkena musibah. Tapi, kita berharap musibah tidak datang, kepada kita dan warga Ogan Ilir,” tukasnya.

Ditambahkannya, untuk tahun kemarin baru lima unit rumah yang dibangun pihaknya, akibat rumah tersebut kena bencana alam. Perlu diketahui juga, program ini baru berjalan tahun 2021 kemarin. (*)

Baca Lainnya

close