PMI Muba Bantah Isu Dugaan Jual Beli Darah

Markas PMI MUBA.

SEKAYU, Kabar28.com,- Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Musi Banyuasin (Muba), Syafaruddin membantah adanya isu dugaan jual beli darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Menurutnya, hal tersebut perlu diluruskan. Karena kebijakan RSUD meminta keluarga pasien mengganti darah yang digunakan itu secara ikhlas dan sukarela.

"Tujuannya untuk menjaga agar stok darah di UTD RSUD terpenuhi, jika sewaktu-waktu ada pasien lain yang membutuhkan darah," katanya, Selasa (23/11/2021) lalu.

Diakuinya, PMI kekurangan stok darah dan hanya bisa memenuhi 3.500 kantong darah, dari 8.000 kantong darah yang dibutuhkan tiga RSUD di Muba setiap tahunnya.

"Hal ini karena PMI Muba belum memiliki peralatan dan perlengkapan UTD. Selama ini, stok darah disimpan di UTD RSUD, dan UTD PMI akan terealisasi pada 2022," ungkapnya.

Selama dua tahun berjalan, untuk memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat, pihaknya gencar menggelar aksi donor darah di berbagai tempat dalam wilayah Kabupaten Muba.

"Kami terus menjalin kerjasama dengan berbagai instansi, perusahaan dan pihak-pihak lainnya untuk menjaga ketersediaan darah jika sewaktu-waktu dibutuhkan," pungkasnya. (rel)

Baca Lainnya

close