Pemberantasan Narkoba, Korupsi dan Terorisme Butuh Sinergi Semua Pihak

HD ikuti diskusi panel dari Command Center.

PALEMBANG, Kabar28.com,- Gubernur Sumsel, Herman Deru (HD) mengatakan, dibutuhkan sinergi semua pihak dalam memberantas narkoba, korupsi dan terorisme di Indonesia.

"Ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia bebas dari narkoba, korupsi dan terorisme terutama di Sumsel," katanya saat mengikuti diskusi panel secara virtual dari Command Center, Rabu (24/11/2021).

Diskusi panel tersebut diselenggarakan atas kerjasama Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), di Provinsi Bali.

Kepala BNN RI, Petrus R Golose mengatakan, Indonesia merupakan pasar potensial peredaran gelap narkoba, karena prevalensi penyalah guna narkoba mencapai 1.8% setara dengan 3,4 juta orang.

"80% narkoba masuk melewati jalur laut dan sulit untuk dideteksi karena radar yang mereka pakai dimatikan, dan ancaman narkotika jenis baru setiap saat bertambah," katanya.

Hal itu, menurutnya, mempunyai dampak sangat berbahaya dan sulit untuk dideteksi. "Ke depan akan diatur agar korban penyalahguna narkoba tidak dimasukkan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP), melainkan direhabilitasi," jelasnya.

Sementara, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Firli Bahuri menjelaskan, narkoba, terorisme dan korupsi merupakan masalah mendasar bangsa Indonesia.

"KPK memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam menjaga bangsa ini, dan tiga kejahatan tersebut di atas harus diselesaikan secara bersama,” jelasnya.

Kepala BNPT RI, Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, Ideologi teroris menyebar sangat cepat dan korbannya banyak dari generasi muda. 

"Mereka dilatih dan dikirim ke daerah konflik untuk berperang. Virus terorisme sangat berbahaya, tanpa kita sadari bisa masuk dan mempengaruhi seseorang,” paparnya.

Untuk menghindari semakin berkembangnya ideologi terorisme, dirinya mengingatkan pentingnya mempedomani Empat Konsensus Nasional.

"BNPT berupaya memberikan penyadaran kepada generasi muda, atau milenial agar mereka tidak melanggar penyalahgunaan,” tandasnya.

Sebagai tuan rumah diskusi panel tersebut, Gubernur Bali, I Wayan Koster menyebut kegiatan seperti ini penting dilakukan, sebagai upaya mencetak Sumber Daya Manuasia (SDM) yang unggul.

"Saat ini penyalahgunaan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan dari semua aspek. Indonesia bukan hanya menjadi tempat transit bagi peredaran narkoba dunia, tetapi sudah menjadi produsen,” sebutnya.

Kapolda Bali, Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra mengatakan, narkoba, korupsi dan terorisme merupakan kejahatan transaksional dan terorganisir. Karena itu butuh sinergi seluruh komponen dalam pencegahan dalam bentuk tindakan.

"Guna mewujudkan Indonesia bebas narkoba, korupsi dan terorisme. Sehingga terciptanya generasi muda yang siap menyongsong Indonesia emas 2024,” pungkasnya. (rel)

Baca Lainnya

close