Terima Kunjungan Dubes Norwegia, Warga Mendis Jaya Minta Bantuan Pupuk

Dubes Norwegia kunjungi Muba.

SEKAYU, Kabar28.com,- Duta Besar (Dubes) Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger Giverin mengunjungi petani di Desa Mendis, Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Rabu (24/11/2021).

Dubes Norwegia, Rut Kruger Giverin, mengungkapkan, pihaknya memiliki berbagai program untuk mendukung upaya keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.

"Keluhan yang disampaikan petani sawit hari ini, adalah salah satu hal yang sangat menarik dan ingin kami pahami," ungkapnya.

Dari kunjungan ini, ia mendapat pelajaran berharga dan menjadi bahan untuk dapat diceritakan jika bertemu dengan pejabat pemerintahan, khususnya terkait aspirasi petani.

“Untuk pendanaan pemeliharaan perkebunan sawit masyarakat, sebenarnya pemerintah kami memiliki dana untuk petani mikro, dan akan kami pelajari apakah itu bisa di akses petani kecil,” tuturnya.

Plt Bupati Muba, Beni Hernedi mengatakan, kelompok kelapa sawit di Desa Mendis sudah menerapkan Best Management Praktis (BMP), bantuan dari Dubes Norwegia melalui Global Yield Gap Atlas (GYGA).

"Apalagi kelompok kelapa sawit di Mendis Jaya ini menjadi percontohan dalam peningkatan hasil produktivitas tandan buah segar," katanya.

Diungkapkannya, Pemkab Muba sudah melakukan banyak hal dan berkomitmen dalam keberlanjutan kelapa sawit, terutama terkait peningkatan produktivitas dengan program peremajaan sawit rakyat.

“Karena banyak sawit yang sudah tua dan kesalahan bibit, makanya ini (replanting) yang terus kita lakukan. Kita ingin petani hasil yang baik dan maksimal," ungkapnya.

Koordinator Field Trials GYGA, Hendra Sugianto menjelaskan, pendampingan yang dilakukan pihaknya sudah dimulai sejak Oktober 2019. Tahun pertama penelitian kepada kebun sawit produktivitas meningkat 24%, atau 2,9 ton per tahun per hektar.

"Tahun kedua meningkat lagi sebesar 63%, atau 9,3 ton TBS per tahun per hektare. Kita harapkan petani di sini menjadi contoh sehingga produksi sawit di Mendis tidak dipandang sebelah mata,” jelasnya.

Sementara, Ketua Petani BMP Mendis Jaya, Simono mengucapkan terima kasih kepada GYGA telah melakukan pendampingan dalam mengolah perkebunan sawit yang benar.

"Kami sangat terbantu sekali dengan pendampingan ini, sehingga penghasilan kami meningkat," ucapnya.

Adapun beberapa aspirasi dari petani sawit di Mendis Jaya diantaranya disampaikan Novi, yang berharap tidak hanya dilakukan pendampingan tapi juga dibantu pengadaan pupuk.

Kemudian Surianto, meminta arahan terkait pengajuan replanting kebun kelapa sawit. Lalu, Wiwin juga meminta arahan mengenai ketidaktahuan masyarakat tentang penggarapan kawasan hutan untuk perkebunan sawit. (rel)

Baca Lainnya

close