Pertama di Indonesia, RSUD Siti Fatimah Terapkan RTW

Launching program RTW.

PALEMBANG, Kabar28.com,- RSUD Siti Fatimah dan BPJS Ketenagakerjaan jalin kerjasama pada penanganan pasien yang membutuhkan alat bantu ortetik dan prostetik dalam program Return To Work (RTW) yang baru saja dilaunching, Rabu (17/11/2021).

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengapresiasi program dan pelayanan dalam membantu tenaga kerja, yang mengalami kecelakaan kerja agar dapat kembali bekerja.

"Semoga kerjasama ini dapat memberikan kepercayaan diri kepada para tenaga kerja di lapangan. Bagi masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan silahkan mendaftar," himbaunya.

Dirut RSUD Siti Fatimah, Syamsuddin Isaac Suryamanggala menjelaskan, RTW adalah program pendampingan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan mengakibatkan cacat atau berpotensi cacat.

"Mulai dari terjadinya kecelakaan kerja, akan dilakukan pendampingan hingga mampu kembali bekerja. RSUD Siti Fatimah menjadi Rumah Sakit (RS) pemerintah pertama di Indonesia menerapkan program RTW, dan RS pertama yang dijadikan standar dasar tarif untuk tindakan," katanya.

Lanjutnya, rujukan bukan hanya untuk pasien dari kabupaten/kota di Sumsel saja, tenaga kerja yang butuh perlindungan saat mereka bekerja bahkan dari luar Sumsel juga bisa.

"RSUD Siti Fatimah juga bekerjasama dengan PT Orthocare Indonesia, provider prostetik pengganti organ atau anggota tubuh bagi tenaga kerja yang hilang seperti tangan dan kaki palsu dan lainnya," bebernya.

Menurutnya, hal tersebut adalah bukti jika RSUD Siti Fatimah bukan cuma menyembuhkan trauma dari kecelakaan kerja saja, namun mempersiapkan mereka agar kembali bekerja.

"Sebagai salah satu Trauma Center, saya berharap berbagai inovasi, program dan pelayanan yang diberikan bisa menjadi contoh bagi RS lain," pungkasnya.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Roswita Nila Kurnia menambahkan, program yang sedang dijalankan bersama RSUD Siti Fatimah saat ini merupakan salah satu bentuk perluasan layanan.

"Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tak hanya menyembuhkan pekerja yang mengalami cacat sebagian, tapi juga melindungi dan mendampingi hingga kembali bisa bekerja," bebernya.

Menurutnya, kasus kecelakaan kerja di Indonesia masih sangat tinggi. Tahun 2020 tembus 153 ribu kasus dan per September 2021 mencapai 82 ribu kasus.

"Sedangkan di Sumbagsel meningkat 3 persen pada 2020, atau 4.700 dan tahun ini meningkat 5 persen," pungkasnya. (rel)

Baca Lainnya

close