Geram dengan AS, Palestina Cari Penengah Proses Perdamaian yang Baru


Lia Cikita 2017-12-10 12:51:16 Internasional 104 kali

Foto Ilustrasi (Istimewa)

New York, Kabar28.com – Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu Kota Israel membuat banyak pihak berang baik dari dunia Arab dan sekutu AS di Barat. Langkah AS itu juga menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap Washington untuk menjadi penengah pembicaraan damai antara Palestina dan Israel.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan, Palestina akan mencari pihak lain untuk menjadi penengah pembicaraan damai di luar AS. Palestina juga akan berkonsultasi dengan Dewan Keamanan PBB terkait keputusan Pemerintah AS.

“Kami akan mencari penengah baru dari saudara Arab kami dan komunitas internasional, penengah yang bisa membantu mencapai solusi dua negara,” kata Maliki, Minggu (12/10/2017).

Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron dikabarkan akan bekerjasama berupaya untuk membujuk Washington mempertimbangkan lagi keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sejauh ini, langkah tersebut telah menimbulkan kerusuhan dan kekerasan di sejumlah tempat di dunia, terutama di Timur Tengah yang menyebabkan jatuhnya sejumlah korban jiwa.

Sumber kepresidenan Turki menyebutkan, Erdogan dan Macron telah berkomunikasi melalui telepon dan setuju bahwa langkah Washington menimbulkan kekhawatiran akan situasi di kawasan Timur Tengah. Erdogan juga telah berbicara dengan Presiden Kazakhstan, Lebanon dan Azerbaijan serta mempersiapkan pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Turki pekan depan.

Sumber: okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close