Serangan Udara Terbaru Israel Tewaskan 2 Anggota Hamas di Gaza


Lia Cikita 2017-12-09 17:50:27 Internasional 58 kali

Keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memicu rentetan serangan roket dari Gaza ke Israel (Foto: Istimewa)

Gaza City, Kabar28.com- Militer Israel kembali melancarkan serangan udara terbaru menargetkan markas sayap militer Hamas di Jalur Gaza, pada Sabtu (9/12) pagi waktu setempat. Serangan udara ini menewaskan dua orang, yang diklaim sebagai anggota kelompok Hamas. 

Sabtu (9/12/2017), serangan udara terbaru ini menindaklanjuti tiga serangan roket yang ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel bagian selatan pada Jumat (8/12). Serangan udara ini ditargetkan terhadap markas Hamas di Nusseirat, Jalur Gaza bagian tengah. 


"Hari ini (9/12)... menanggapi serangkaian roket yang ditembakkan ke area Israel bagian selatan, kemarin, pesawat-pesawat Angkatan Udara Israel menargetkan empat fasilitas milik organisasi terorisme Hamas di Jalur Gaza," demikian pernyataan terbaru militer Israel. 

"Dua tempat produksi senjata, sebuah gudang senjata dan sebuah kamp militer," sebut militer Israel soal empat target serangan yang dimaksud. "Pada masing-masing target, sejumlah komponen terkena serangan," imbuh pernyataan itu. 

Pejabat otoritas kesehatan di Gaza menyebut dua orang tewas akibat serangan udara Israel pada Sabtu (9/12) dini hari itu. Kementerian Kesehatan Hamas di Gaza menyebut identitas kedua pria yang tewas sebagai Abdullah al-Atal (28) dan Mohammed al-Safdi (30). Disebutkan bahwa jasad keduanya ditemukan beberapa jam setelah serangan udara Israel mengenai markas sayap militer Hamas di Nusseirat. 

Secara terpisah, seperti dilansir Reuters, sumber dari kelompok Hamas menyebut kedua korban tewas merupakan anggota mereka. Beberapa hari ini, Hamas mendorong warga sipil Palestina untuk melakukan protes dan konfrontasi dengan tentara Israel yang menjaga perbatasan. 

Pada Jumat (8/12) malam, militer Israel juga melancarkan serangan udara terhadap dua target Hamas di Beit Lahiya, Gaza. Serangan udara itu merupakan balasan atas rentetan roket dari Gaza, yang melanda Israel sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12) waktu setempat.


Serangan udara Israel pada Jumat (8/12) malam dilaporkan melukai 25 orang, termasuk enam anak-anak yang salah satunya masih balita.

Kelompok lain yang menyebut dirinya Brigade Salahedin mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket itu. Namun militer Israel menyatakan Hamas yang bertanggung jawab atas semua serangan yang berasal dari wilayah Gaza yang dikuasai kelompok itu. 

Dua warga Palestina lainnya tewas dalam unjuk rasa yang berujung bentrokan dengan tentara Israel di perbatasan Gaza, pada Jumat (8/12) waktu setempat. Unjuk rasa itu bertujuan memprotes keputusan Trump yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

Sumber: detik.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close