Militan Kongo Serang Pasukan Perdamaian PBB, Tidak Ada Personel Indonesia Jadi Korban


Lia Cikita 2017-12-09 15:49:25 Internasional 94 kali

Pasukan perdamaian PBB menjadi korban serangan kelompok militan Kongo (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  – Kelompok pemberontak Kongo membunuh sedikitnya 14 orang prajurit pasukan perdamaian PBB (MONUSCO) dan melukai 53 lainnya. Sebagian besar korban diketahui berasal dari Tanzania.

Sebagai salah satu penyumbang pasukan perdamaian, Indonesia turut mengucapkan belasungkawa terhadap para prajurit yang gugur. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, mengaku prihatin atas serangan terhadap pasukan perdamaian PBB MONUSCO tersebut.

“Menlu Retno sampaikan keprihatinan atas serangan terhadap pasukan perdamaian PBB MONUSCO di North Kivu. Menlu Retno sampaikan dukacita mendalam dan simpati kepada korban/keluarga korban serta kepada pemerintah Tanzania dan Republik Demokratik Kongo,” cuit akun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI @Portal_Kemlu_RI, Sabtu (9/12/2017).

Indonesia juga mengirimkan tentaranya dalam pasukan perdamaian MONUSCO di Kongo. Sekira 175 orang personel kompi Zeni dan 6 personel Milops diterjunkan untuk membantu misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo. Beruntung, semuanya dalam keadaan baik.

“Pasukan perdamaian Indonesia di MONUSCO terdiri dari 175 personel kompi Zoni dan 6 personel Milops semua dalam keadaan baik,” sambung kicauan akun Kemlu RI.

Total, tercatat ada 2.692 orang pasukan keamanan PBB yang berasal dari Indonesia yang tersebar di sembilan misi berbeda, yakni UNIFIL, UNAMID, MONUSCO, MINUSCA, MINURSO, MINUSTAH, UNISFA, UNMISS, dan MINUSMA.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa serangan yang menargetkan tentara Tanzania itu adalah kasus terburuk dalam sejarah. Pria asal Portugal itu meminta agar pihak berwenang Kongo segera menyelidiki dan menyeret para pelaku ke pengadilan.

Kelompok militan Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) dicurigai berada di balik serangan tersebut. ADF adalah kelompok pemberontak dari Uganda yang aktif di sekitar Kota Semuliki, Kongo. Daerah kaya mineral tersebut dikenal rawan karena sering terjadi pembantaian usai berakhirnya perang 1998-2003 yang menewaskan jutaan orang.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close