Keputusan Trump Soal Yerusalem Picu Bentrokan di Gaza dan Tepi Barat


Lia Cikita 2017-12-07 20:28:41 Internasional 36 kali

Bentrokan antara warga Palestina dengan tentara Israel pecah di Ramallah, Tepi Barat (Foto : istimewa)

Tepi barat, Kabar28.com, - Bentrokan pecah di Gaza dan Tepi Barat menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Beberapa warga Palestina dilaporkan luka-luka dalam bentrokan dengan tentara Israel itu. 

Seperti dilansir AFP, Kamis (7/12/2017), unjuk rasa memprotes keputusan Trump dilaporkan muncul di kota-kota Tepi Barat termasuk Ramallah, Hebron dan Nablus. Aksi protes juga terjadi di wilayah Jalur Gaza. 

Pasukan keamanan Israel membubarkan ratusan demonstran yang berkumpul di pos keamanan yang ada di pintu masuk Ramallah. Tembakan gas air mata digunakan Israel dalam pembubaran itu. 

Menanggapi maraknya unjuk rasa, Pasukan Keamanan Israel (IDF) mengerahkan personel tambahan ke wilayah Tepi Barat. "Berdasar penilaian situasi terkini oleh Staf Jenderal IDR, memutuskan sejumlah batalion akan dikerahkan ke area tersebut (Tepi Barat), begitu juga unit pertahanan wilayah dan intelijen," demikian pernyataan IDF, seperti dilansir The Times of Israel.
Secara terpisah, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan puluhan orang mengalami luka-luka akibat gas air mata, tembakan peluru karet hingga peluru sungguhan dalam aksi protes di Tepi Barat. 

Sementara itu, menurut sumber medis dan sejumlah saksi mata, tiga warga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka dalam unjuk rasa di kota Khan Yunis, Jalur Gaza. 

Toko-toko milik warga Palestina di Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, juga di wilayah Tepi Barat kebanyakan tutup. Sekolah-sekolah di kawasan yang sama juga diliburkan pada Kamis (7/12) pagi waktu setempat, setelah muncul seruan unjuk rasa besar-besaran untuk memprotes keputusan Trump. 

"Dengan keputusan ini, Amerika menjadi negara yang sangat kecil, sama seperti kecil lainnya di dunia, seperti Micronesia. Amerika tadinya merupakan negara besar bagi kami dan semua orang," tutur salah satu warga Palestina, Salah Zuhikeh (55), kepada AFP mengomentari keputusan Trump.

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close