Penyerahan P21 Tahap II Kasus Pengeroyokan 'Selesai'


Arie Perdana Putra 2017-12-07 16:50:13 Palembang 53 kali

Pengacara Titis Rahmawati saat mendampingi kliennya, (foto : ist)

PALEMBANG, Kabar28.com,- Pasca terjadinya keributan di Kejaksaan Negeri (Kejari), Polsek Sako Palembang tidak ingin lagi kecolongan. Dengan pengawalan cukup ketat, tersangka pengeroyokan atas nama Syahnizar dan Ridwan dibawa dan diserahkan ke Jaksa karena berkas P21 tahap II, Kamis (7/12) pukul 10.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Sako, IPTU Yahya Roni menjelaskan, sekitar tujuh anggota Reskrim dilibatkan untuk pengamanan dan penyerahan kedua tersangka.

"Langkah ini hanya antisipasi jika terjadi keributan susulan seperti kemarin. Kedua tersangka ini kami panggil dan tadi pagi, beliau datang ke polsek. Karena masih merupakan tugas dan tanggung jawab kami, maka kami kembali menuntaskan tugas kami untuk menyerahkannya ke Jaksa. Kini sudah selesai tahap II nya," paparnya.

Dikatakan Yahya, butuh waktu sekitar 40 hari untuk melengkapi pemberkasan perkara pengeroyokan yang dilaporkan korban berinisial M hingga dinyatakan P21.

"Sesuai prosedur kepolisian memang tersangka kami bawa dari polsek dan jika kerjaan kami belum tuntas, maka akan kami bawa kembali kepolsek. Tujuannya, jika terjadi hal yang tidak diinginkan, maka kami bisa dituntut. Kemarin diluar dugaan kami, kami terkendala karena penasehat hukumnya. Tersangka pergi menggunakan mobil pribadi kuasa hukumnya," tandasnya.

Sementara penasihat hukum kedua tersangka, Titis Rahmawati mengatakan, kliennya tidak dilakukan penahanan atas jaminan ibu kandungnya.

"Alhamdullilah pengajuan kami untuk tidak ditahan dikabulkan jaksa, atas jaminannya orang tuanya sendiri. Masalah ini masalah warisan keluarga dan dari awal kita inginnya keluarga ini tetap utuh," tuturnya. 

Ditambahkan Titis, kliennya itu kooperatif. "Klien saya mendatangi polsek kok. Kan ada surat panggilannya, walau sore surat tersebut kami terima. Tadi pagi, kebetulan saya ada kepentingan di Polda, jadi staf saya yang mendampingi klien saya," tutupnya.

Terpisah, kuasa hukum korban M, Aminuddin SH, akan membawa masalah ini ke Jaksa Muda Pengawasan.

"Setelah dua jam berjalan dari penyerahan tahap II, akhirnya jaksa tidak menahan tersangka. Memang itu merupakan kewenangannya, namun semestinya mereka mempertimbangkan situasi yang tidak kondusif ini. Korban melaporkan pengacara, penyidik dilaporkan ke propam, ditambah lagi masalah ini belum ada perdamian dengan korban. Jika Kejari melihat situasi ini, tidak mungkin dikabulkan penangguhan ini," tukasnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close