Dianggap Sewenang-wenang, Pengacara Laporkan Pengacara


Arie Perdana Putra 2017-12-07 11:58:38 Palembang 34 kali

Amin TRAS, (foto : ist)

PALEMBANG, Kabar28.com,- Sikap arogan dan sewenang-wenang yang dilakukan seorang advokat wanita bernama Titis Rahmawati SH MH menjadi 'kecaman' para advokat-pengacara. Betapa tidak, selaku penasihat hukum hendaknya memberikan pencerahan, pengertian dan pembelajan mengenai kepentingan hukum kliennya, tersangka Ridwan dan Syahnizar. 

"Kami sangat menyayangkan sikap Titis dalam mendampingi kliennya. Kliennya itu dilaporkan kasus pengeroyokan terhadap korban, M , itu klien saya," papar Advokad, Aminuddin SH, kemarin.

Dikatakan pengacara yang kerap disapa Amin TRAS ini, penyerahan berkas P21 Tahap II belum resmi dilakukan. Jadi jelas, masih kewenangan dan tanggung jawab penyidik atas tersangka tersebut.

"Memang kliennya (Titis_red) itu dibawa dari Polsek Sako untuk diserahkan ke Kejaksaan. Karena belum sah diserahterimakan, dimana Jaksa sedang sidang, maka waktunya diundur. Nah, disana masih tanggung jawab penuh penyidik. Disini justru, sang pengacara Titis Rahmawati bersikap arogan, memaksakan kehendak untuk membawa kliennya, yang masih berstatus tersangka," ujar Ketua DPD KAI Sumatera Selatan ini.

Dikatakan bapak yang menjabat sebagai Ketua PW GNPK RI Sumatera Selatan ini, sikap ketidakmengertian dan ketidaktahuan Titis Rahmawati ini, tentu sangat merugikan kliennya. 

"Unsur menghalang-halangi penyidik, melawan petugas dan arogansi seorang pengacara, semestinya tidak perlu dilakukan. Tidak ada kewajiban pengacara untuk membawa tersangka ke dalam mobil pribadinya, apalagi tahap II belum selesai. Maka, kami akan melaporkan secara resmi ke Dewan Kehormatan IKADIN," paparnya.

Proses awal masalah ini, lanjut Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan, "Titis sudah mengajukan surat tidak dilakukan penahanan ke Kapolsek Sako, itu dikabulkan Kapolsek Sako atas kedua kliennya itu. Satu minggu setelah di kabulkan, penyidik atasnama Santo di laporkan ke Propam Polda Sumsel atas dugaan pelanggaran, namun tidak terbukti. Tidak puas, satu bulan berikutnya Kapolsek Sako, Kompol Firdaus diprapradilkan, hasilnya pun  Kapolsek menang, tidak terbukti melakukan pelanggaran prosedur. Nah, itu sudah merupakan teguran tidak langsung untuknya agar dapat mengoreksi diri. Tidak salahkan jika kami mempertanyakan ilmu advokadnya. Sangat memalukan, advokad pengacara, Titis Rahmawati SH MH menjual nama Kasi Pidum dimana mengijinkan untuk membawa kliennya pulang, padahal itu tidak benar. Ditambah lagi, Tahap II belum selesai dilakukan," tandas Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Provinsi Sumatera Selatan.

Amin TRAS pun memberikan himbauan kepada klien Titis Rahmawati. 

"Untuk tersangka Ridwan dan Syahnizar, jangan mau dibodoh-bodohi pengacaranya, dimana berkas tahap II sudah selesai kata pengacaranya. Kalau tidak percaya, besok (hari ini), kita lihat, penyerahan tahap II dilakukan polisikah atau anda sendiri ke kantor Kejari," tutupnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close