Iran Tegaskan Tak Bakal Toleransi Keputusan Trump Soal Yerusalem


Lia Cikita 2017-12-06 21:05:51 Internasional 34 kali

Presiden Iran Hassan Rouhani saat berbicara dalam sebuah forum PBB.(Foto : Istimewa)

Teheran, Kabar28.com - Kecaman dan penolakan terhadap rencana Presiden AS Donald Trump yang akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel terus bermunculan.

Kali ini, Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan tidak akan mentolerir seandainya benar Trump akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Iran tidak akan mentolerir tindakan yang dapat mencederai kesucian Islam. Muslim harus bersatu untuk melawan rencana besar ini," kata Rouhani, dikutip AFP, Rabu (6/12/2017).

Rouhani berbicara di hadapan pejabat dan petinggi negara-negara Islam dalam pertemuan membahas persatuan muslim di Teheran.

Pertemuan tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebelumnya, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga telah menyampaikan pendapatnya terkait rencana Trump.

Menurutnya, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan langkah keputusasaan yang dilakukan AS.

"Umat Islam di dunia niscaya akan menentang rencana ini dan zionis akan mendapat pukulan hebat dari tindakan ini dan Palestina yang terhormat pasti akan dibebaskan," seru Khamenei.

Selain dari Iran, kecaman dan penolakan juga disampaikan sejumlah negara. Tidak hanya negara Islam, namun juga negara di Eropa hingga PBB.

China, seperti dilansir juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang berkata, niat Trump mengakui Yerusalem bakal menimbulkan peningkatan tensi di Timur Tengah.

Dari Vatikan, Paus Fransiskus menyerukan agar Israel maupun AS menghormati "status quo" Yerusalem.

Sementara Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov berujar, status Yerusalem seharusnya dinegosiasikan terlebih dahulu antara Israel dan Palestina.

"Di masa depan, Israel dan Palestina harus duduk bersama, dan membahas secara serius mengenai Yerusalem," ujarnya.

 

Sumber : Kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close