Dinas Pertanian Bandung Belajar Optimalkan Lahan ke OKI


Arie Perdana Putra 2017-12-06 18:12:52 Ogan Komering Ilir 249 kali

Peserta studi banding, (foto : Oldi/Kabar28.com)

OKIKabar28.com,- Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memiliki lahan pertanian luas, sehingga memberikan tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten (pemkab) OKI dalam mengoptimalkan pertanian di wilayahnya. Oleh karena itu, Kabupaten OKI menjadi tujuan kami untuk melakukan studi banding.

Hal itu dikatakan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Diar Hadi Gusnidar saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Dan Holtikultura Kabupaten OKI, Rabu (06/12/2017).

"Ya, dengan luas daerah pertanian yang cukup besar dibanding Kabupaten Bandung. Tentu OKI memiliki tantangan dan perencanaan yang bagus, oleh karena itu OKI menjadi tujuan kami," katanya.

Selain itu kedatangan para peserta studi banding ini juga membahas rencana peraturan daerah (Raperda) terkait masalah perlindungan dan pemberdayaan Petani. "Dengan adanya kegiatan ini kami berharap bisa mengaplikasikan dan mengoptimalkan lahan pertanian di wilayah kami," kata Hadi kepada awak media.

Sementata itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Dan Holtikultura Kabupaten OKI, Syarifudin menambahkan, Raperda perlindungan dan pemberdayaan Petani khususnya di Kabupaten OKI bertujuan untuk membrikan payung hukum kepada para petani komoditi pangan. "Selain memberikan payung hukum, juga membantu petani meminimalisir tingkat kegagalan penan dan menyediakan sarana dan prasarana serta memberikan antisipasi kerugian jika terjadinya perubahan iklim," jelasnya.

Ia juga mengatakan, meskipun sejauh ini raperda itu sudah disetujiu oleh Dewan Perwakilan daerah (DPRD) OKI namun masih menunggu keputusan Provinsi Sumsel. "Sudah disetujui oleh DPRD tapi kita masih menunggu persetujuan dari Gubernur Sumsel dan semoga segera dapat ditindaklanjuti," katanya.

Selain itu studi banding kali ini juga membahas masalah percepatan pengolahan lahan seperti lahan rawa lebak, rawa pasang surut dan lahan tadah hujan. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close