Palestina: Trump Nyatakan Perang Jika Akui Yerusalem Ibu Kota Israel


Lia Cikita 2017-12-06 16:34:44 Internasional 40 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

London, Kabar28.com, - Komentar keras disampaikan utusan Palestina untuk Inggris, terkait rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Trump disebut sama saja menyatakan perang jika dia menempuh langkah sepihak itu. 

"Jika dia (Trump-red) menyatakan apa yang ingin dia katakan soal Yerusalem menjadi ibu kota Israel, ini berarti ciuman kematian bagi solusi dua negara," sebut Utusan Palestina untuk Inggris, Manuel Hassassian, dalam wawancara dengan radio BBC seperti dilansir Reuters, Rabu (6/12/2017).

"Dia menyatakan perang di Timur Tengah, dia menyatakan perang terhadap 1,5 miliar umat muslim dan ratusan juta umat Kristen yang tidak akan menerima tempat suci mereka secara total berada di bawah hegemoni Israel," imbuh Hassassian.

Sejumlah pejabat senior AS mengungkapkan Trump akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dalam pidato publiknya pada Rabu (6/12) siang waktu AS. Trump juga akan menginstruksikan Departemen Luar Negeri AS untuk mulai merancang perencanaan dimulainya proses pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Proses pemindahan tidak akan dilakukan dengan cepat, melainkan secara bertahap.

Langkah kontroversial Trump ini untuk menepati janji kampanye juga menindaklanjuti keputusan Kongres AS tahun 1995 yang meloloskan undang-undang yang mengatur kebijakan AS untuk memindahkan Kedubes ke Yerusalem. Sejak tahun 1995, para Presiden AS terdahulu selalu menandatangani 'surat pernyataan' atau waiver untuk menunda penerapan undang-undang itu. 

Di sisi lain, keputusan Trump ini berpotensi mendobrak kebijakan lama AS yang selama ini menegaskan, status Yerusalem harus diputuskan dalam perundingan antara Palestina dengan Israel. 

Trump telah menghubungi pemimpin-pemimpin Arab seperti Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, Raja Yordania Abdullah, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk mengungkapkan niatnya ini. Semuanya menolak rencana itu dan mengingatkan Trump betapa berbahayanya langkah sepihak semacam itu.

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close