Penjahat Perang Bosnia-Kroasia Tewas Minum Sianida


Lia Cikita 2017-12-02 15:21:22 Internasional 43 kali

Terpidana tindak kejahatan perang Bosnia Slobodan Praljak (72) menenggak cairan dari botol kecil di hadapan persidangan.(Foto: Istimewa)

Den Haag, Kabar28.com - Jaksa Belanda mengumumkan otopsi terhadap jenazah penjahat perang Kroasia, Slobodan Praljak, telah selesai.

Praljak diputus bersalah oleh Pengadilan Kriminal untuk Kejahatan Perang Yugoslavia (ICTY) atas tindakan pengusiran umat muslim Bosnia dekade 1990-an.

Namun, persidangan yang digelar Rabu (29/11/2017) terpaksa dihentikan karena Praljak melakukan aksi minum racun.

Praljak tewas beberapa menit kemudian saat dilarikan ke rumah sakit.

Diwartakan AFP Sabtu (2/12/2017), hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya kandungan potasium sianida di kandungan darah Praljak.

"Konsentrasi racun itu menyebabkan kegagalan jantung, dan disinyalir sebagai penyebab utama kematian Tuan Praljak," demikian pernyataan kejaksaan Belanda.

Sementara jaksa Marilyn Fikenscher berkata, dia tengah menunggu hasil akhir otopsi.

"Saya tidak bisa memastikan apakah jenazahnya bakal disimpan di unit forensik, atau diserahkan kepada keluarga," terang Fikenscher.

Pertanyaan yang Masih Mengganjal
Kematian Praljak, menurut pakar kejahatan perang sekaligus pengacara internasional Celine Bardet, menyisakan tanda tanya yang mengganjal.

Antara lain bagaimana caranya botol berisi sianida bisa melewati pengamanan ruang sidang ICTY yang dikenal sangat ketat.

"Apakah racun itu sudah berada di penjara, atau bahkan disediakan di ruang sidang? Ini adalah pertanyaan yang harus segera dijawab," tegas Bardet kepada AFP.

Sebab, jika tidak, maka publik bakal memunculkan dugaan adanya kongkalikong di antara sipir penjara PBB.

Sementara pakar hukum internasional Universitas Amsterdam, Goran Sluiter mengajukan tiga skenario bagaimana racun itu bisa berada dalam genggaman Praljak.

Pertama, Praljak sejak awal sudah membawa racun itu ketika dia ditahan pada 2004. Kedua, racun itu diserahkan di luar ruang pengadilan nomor satu.

"Atau yang ketiga, sejak awal racun itu sudah berada di meja Praljak di dalam ruang sidang," papar Sluiter.

Jika skenario ketiga yang dipakai, maka Sluiter mencurigai pengacara Praljak, Nika Pinter.

Pinter menyanggah dugaan tersebut dengan berkata dia sama sekali tidak tahu kliennya bakal melakukan hal senekat itu.

"Tidak ada yang membunuhnya. Klien saya murni bunuh diri. Saya sangat sedih. Namun saya menghormati dia," kata Pinter kepada media Kroasia Kamis (30/11/2017).

Menurut Pinter, Praljak adalah pria terhormat yang tidak bisa menanggung malu karena dianggap sebagai penjahat perang, dan dibawa ke sidang dengan tangan terborgol.

Sumber: kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close