Kembali ke Myanmar, Etnis Rohingnya Tinggal di Rumah Sementara


Lia Cikita 2017-11-25 17:55:10 Internasional 85 kali

Para pengungsi Rohingya berjalan menyusuri daerah tak bertuan antara Bangladesh dan Myanmar di kawasan Palongkhali. Foto ini diambil pada 19 Oktober 2017. (Foto: Istimewa)

Dhaka, Kabar38.com - Pemerintah Banglades menyatakan pengungsi etnis Rohingnya yang telah kembali ke Myanmar tinggal di tempat perlindungan sementara.

Setelah mengungsi ke Banglades sejak Agustus lalu, etnis Rohingya mulai berdatangan ke Myanmar, menyusul adanya kesepakatan pemulangan pengungsi antara Banglades dan Myanmar.

Dilansir dari AFP, Sabtu (25/11/2017), Menteri Luar Negeri Banglades, AH Mahmood Ali mengatakan etnis Rohingya akan tinggal di tempat penampungan sementara, sampai batas waktu tertentu.

"Banyak desa yang terbakar. Jadi, kemana mereka akan kembali? Tidak ada rumah? dimana mereka akan tinggal? Secara fisik, mereka tidak mungkin bisa kembali ke rumah," katanya.

Pada Kamis (23/11/2017), Banglades dan Myanmar menandatangai kesepakatan pemulangan pengungsi etnis Rohingnya, untuk mengawali kembalinya Rohingya ke Myanmar.

Dalam kesepakatan itu, Myanmar akan memulihkan keadaan normal di negara bagian Rakhine, dan mendorong pengungsi untuk kembali ke Myanmar secara sukarela dengan aman menuju rumah mereka masing-masing.

"Myanmar akan mengambil tindakan yang dimungkinkan agar pengungsi yang kembali tidak akan menetap di tempat sementara untuk jangka waktu lama," tulis kesepakatan yang disetujui di Dhaka.

"Pengungsi juga memiliki kebebasan bergerak di negara bagian Rakhine dan diperlakukan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang ada," tambahnya.

PBB menyebutkan sebanyak 620.000 etnis Rohingya melarikan diri dan mengungsi ke Banglades, setelah pembantaian dan pengusiran yang dilakukan oleh militer ke desa-desa mereka.

Badan PBB yang mengurusi pengungsi, UNCHR, khawatir atas kesepakatan tersebut, dengan menyatakan kondisi di negara bagian Rakhine, Myanmar, belum layak untuk memungkinkan pengembalian pengungsi yang aman dan berkelanjutan.

Sumber: kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close