Pleno Pembahasan Status Setya Novanto di DPP Golkar Diwarnai Gebrakan Meja


Lia Cikita 2017-11-25 11:31:30 Politik 68 kali

Pleno pembahasan Jabatan Ketua Umum Partai Golkar diskors. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Kabar28.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Sarmuji mengungkapkan bahwa rapat pleno DPP Partai Golkar yang dilakukan pada Selasa 21 November 2017, diwarnai berbagai dinamika, mulai dari perdebatan antar kader internal sampai gebrakan meja.

DPP Golkar menggelar Pleno usai Setya Novanto ditahan KPK terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Rapat itu menghasilkan beberapa keputusan, salah satunya adalah menyetujui Sekjen Golkar Idrus Marham sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum menggantikan Novanto sampai adanya hasil gugatan praperadilan.

"Ada yang minta Novanto bertahan, ada yang minta Plt, saling bersebrangan. Ada sedikit gebrakan meja," ucap Sarmuji dalam acara Polemik Radio MNC Trijaya Network bertema 'Beringin Diterpa Angin' di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017).

Sarmuji menuturkan, sebetulnya dalam rapat pleno yang terdiri dari 35 pembicara tersebut berjalan secara bebas dan transparan.

"Waktu pleno berlangsung sangat dinamis, sangat transparan, bisa mengemukaan tanpa tekanan apapun," papar dia.

Menurut Sarmuji, para peserta pleno bisa berbicara dalam perspektif yang berbeda-beda. Dia mengakui dalam pleno terdapat perbedaan pendapat, mulai dari pendapat yang menginginkan Musyawarah Nasional Luar Biasa dan juga yang ingin mempertahankan Novanto.

Kendati begitu, kata dia, pleno bisa mencapai titik kesepahaman. Hasil rapat pleno juga menurutnya telah mengakomodasi berbagai perspektif yang disampaikan.

"Semua diakomodasi, hasil merupakan jalan yang paling penting. Plt sudah ada jalannya. Semua diakomodasi di rapat pleno kemarin," tutup Sarmuji.

Sumber: okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close