Perkuat Hubungan, Thailand dan China Akan Bangun Pusat Pertahanan Bersama


Lia Cikita 2017-11-16 19:38:20 Internasional 49 kali

Prototipe Royal Thai Navy yang dibeli dari China. (Foto : istimewa)

Khon Khaen, Kabar28.com, - Badan teknologi pertahanan Thailand berencana untuk mendirikan sebuah pusat pertahanan bersama dengan China. Hal tersebut dilakukan agar kedua negara dapat memproduksi dan memelihara peralatan militer serta memperkuat hubungan keamanan sejak kudeta 2014.

Institut Teknologi Pertahanan Pemerintah Thailand (DTI) akan mendirikan fasilitas pertahanan bersama komersial pertama Thailand dengan China di kota Khon Kaen pada Juli 2018, kata seorang juru bicara kementerian pertahanan. Nantinya, proyek tersebut meliputi perakitan, produksi, dan pemeliharaan sistem senjata darat China untuk tentara Thailand

"Semua produksi kami akan digunakan untuk pemakaian resmi dalam negeri," ungkap Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Kongcheep Tantravanich, dinukil dari Reuters, Kamis (16/11/2017). Tantravich menambahkan, fasilitas tersebut juga bisa menjadi pusat perakitan dan pemeliharaan untuk semua negara bagian di Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

Perincian spesifik, katanya, menjadi subyek diskusi lebih lanjut antara kementerian dan China North Industries Corporation (NORINCO), perusahaan yang membuat tank dan senjata di antara alat berat lainnya.

Kongcheep juga mengatakan bahwa China akan memberikan pelatihan dan transfer teknologi, namun soal rincian personel China di Thailand masih dalam pembahasan. Sementara Kementerian Pertahanan China masih belum menanggapi terkait kerjasama tersebut.

Sekadar diketahui, China menjadi sumber senjata yang semakin penting bagi Thailand, terutama sejak Amerika Serikat dan negara-negara Barat melonggarkan hubungan setelah tentara merebut kekuasaan pada 2014.

Sejak 2015, Thailand sudah memeasan 49 tank dan 34 kendaraan lapis baja senilai lebih dari USD320 juta atau Rp4 triliun, lebih banyak daripada yang dibeli tentara dari negara lain. Namun mereka juga memiliki helikopter dari Rusia dan Amerika Serikat. Pesanan Royal Thai Navy untuk tiga kapal selam dengan biaya di atas USD1 miliar, pembelian terhadap senjata China terbesar yang diketahui.

Pasukan tentara dan angkatan udara Thailand-China telah memulai latihan gabungan, melengkapi latihan Thailand yang dilakukan dengan pasukan AS. Selain itu, Thailand dan China juga mengadakan kerjasama pengembangan rel kereta api berkecepatan tinggi sebagai bagian dari inisiatif Belt and Road di Beijing.

Kementerian Pertahanan Thailand mengatakan bahwa pemerintah juga mengadakan diskusi dengan Ukraina, Rusia, dan Afrika Selatan mengenai fasilitas manufaktur pertahanan bersama, serupa dengan kesepakatan dengan China.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close