Sedekah Obat, Cara Warga Jermun Syukuri Nikmat


Arie Perdana Putra 2017-11-11 15:30:16 Ogan Komering Ilir 204 kali

OKI, Kabar28.com,- Warga Desa Jermun, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berduyun-duyun menuju tanah lapang. Tua, muda, bahkan anak-anak diajak orang tua untuk mengikuti ritual sedekah obat.

Ritual sedekah obat berlangsung selama empat hari berturut-turut. Di hari pertama hingga ketiga warga harus berpantang, yaitu dilarang pergi kesawah ataupun ke kebun bahkan dilarang keras memegang senjata tajam.

Dihari keempat selepas berpantang, digelar sedekah dawet. Yakni warga yang mampu membuat kolak dawet di rumah masing-masing lalu dawet tersebut dibagikan ke warga yang kurang mampu serta jiron tetangga. Usai sedekah dawet, tuntaslah ritual sedekah obat.

Kepala Desa Jermun, Abus Roni mengatakan, sedekah obat digelar bertujuan agar keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat menyertai seluruh warga desanya.

“Tujuan lainnya adalah untuk menyedekahi desa, agar hasil pertanian melimpah dan terhindar dari segala macam mara bahaya” Ungkap Abus Roni, Sabtu, (11/11/2017).

Tradisi yang sudah turun temurun ini menurut Abus sudah lama tidak dilaksanakan. Di tahun ke dua kepemimpinannya sebagai kepala desa, dia ingin kembali menghidupkan tradisi leluluhur ini.

“Sudah lama tidak dilaksanakan, ini upaya kita untuk menghidupkannya kembali” tambahnya.

Sementara, Adi Yanto putra kelahiran Desa Jermun menambahkan, upacara adat tersebut sudah dilaksanakan sejak dulu. Ketika dirinya masih kecil dan diajak kakeknya untuk datang di upacara itu.

“Itu ungkapan rasa syukur, sebagian besar warga disanakan petani, ketergantungan mereka kepada alam sangat tinggi. Oleh karena itu, dirasa perlu mengadakan upacara adat ini. Bumi tidak lain adalah tanah, tempat mereka melangsungkan hidup dan kehidupannya,” tandas Adi.

Adi berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan. Dia juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata agar tradisi ini bisa dijadikan wisata budaya daerah yang mampu menambah khasanah budaya Ogan Komering Ilir

“Ini warisan budaya leluhur, patut kita jaga agar budaya tersebut bisa diturunkan ke generasi selanjutnya. Bahkan bisa jadi destinasi wisata budaya” tutupnya. (app/rel)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close