Pasca Pengunduran Diri PM Hariri, Bahrain Perintahkan Warganya Tinggalkan Lebanon


Lia Cikita 2017-11-06 20:22:16 Internasional 166 kali

Manama, Kabar28.com, – Pemerintah Bahrain telah memerintahkan warganya untuk meninggalkan Lebanon di tengah ketegangan yang memuncak antara kekuatan Sunni dan Syiah yang hampir membuat pemerintahan negara itu ambruk. Perintah dari Kementerian Luar Negeri Bahrain itu juga mencerminkan kekhawatiran mendalam akan kestabilan situasi di Lebanon menyusul pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Said Hariri yang mengejutkan.

Diwartakan Telegraph, Senin (6/11/2017), selain mengumumkan perintah untuk meninggalkan Lebanon, Manama juga memberlakukan pelarangan bepergian bagi warganya ke Lebanon. Situasi ini menandakan seriusnya eskalasi konfrontasi antara Arab Saudi dan Iran yang berseteru dalam bidang militer dan politik di berbagai negara di kawasan Timur Tengah, termasuk di Lebanon.

Seperti diberitakan sebelumnya, PM Hariri mengumumkan pengunduran dirinya di tengah kunjungannya ke Arab Saudi akhir pekan lalu. Hariri mengklaim nyawanya terancam dan dia harus melarikan diri dari rencana pembunuhan yang didalangi Iran di Lebanon.

Dia menuduh Iran mencampuri politik Lebanon dan menjadikan negara tersebut "sebagai sandera". Hariri mengatakan bahwa atmosfer di Lebanon saat ini serupa dengan 2005, ketika ayahnya, mantan perdana menteri Rafik Hariri, terbunuh dalam sebuah pengeboman mobil.

Hariri ditunjuk sebagai perdana menteri pada akhir 2016 dan memimpin kabinet persatuan nasional beranggota 30 orang yang mencakup kelompok Hizbullah militan Syiah. Pemerintahannya dianggap cukup berhasil melindungi negara dari dampak perang saudara di negara tetangga Suriah.

Namun, Lebanon menjadi terbelah tajam antara kamp yang setia kepada Arab Saudi, dipimpin oleh Hariri, seorang Muslim Sunni dan sebuah kamp yang setia kepada Iran yang diwakili oleh Hizbullah.

Pengunduran diri Hariri tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakstabilan politik yang besar di Lebanon. Dengan tidak adanya pemimpin dari kubu Sunni yang dapat menggantikan posisinya dalam pemerintahan yang mayoritas dikuasai Hizbullah, sejumlah pengamat khawatir akan adanya pengambilan kekuasaan dari elemen yang didukung oleh Iran.

Presiden Lebanon, Michel Aoun menyatakan belum akan mengambil keputusan terkait pengunduran diri Hariri sampai sang PM kembali ke Lebanon. Namun, surat kabar Saudi mengklaim bahwa Hariri belum akan kembali ke Lebanon demi meminimalisasi ancaman atas nyawanya.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close