Santri Sumsel Miliki Bapak, Ini Orangnya


Arie Perdana Putra 2017-10-21 12:15:17 Musi Rawas Utara 212 kali

Bupati MURATARA Menerima Penghargaan. (Foto : ist)

MURATARA, Kabar28.com,- Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Syarif Hidayat didaulat menjadi Bapak Santri Sumatera Selatan, dalam Anugrah Pesantren Aulia Cendekia Award di Aula Hotel Swarna Dwipa Palembang.

Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini terpilih berdasarkan hasil rapat internal pesantren Aulia Cendekia,  diskusi bersama Media Sripo maupun Tribun dan penilaian masyarakat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Beberapa nominator lainnnya yakni tokoh Di Sumatera Selatan Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex,  Pengusaha Sumsel,  Kemas H. Salim Dan Camat Sukarami Palembang, GA Putra Jaya, Namun dikarenakan prestasi Bupati Muratara yang konsen dalam pendidikan pesantren dengan mengirimkan 360 santri ke Pulau Jawa Madura Dan Padang Sumatera Barat yang terpilih.

Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Aulia Cendekia, H. Hendra Zainudin, mengatakan, Anugrah santri award ini dah secara hukum dengan keluarnyansurat surat keputusan penerima santri award 2017.

“Kita apresiasi kepada Bupati Muratara semangatnya membangun pendidikan yang agamis merupakan modal sdm yang baik bagi Kabupaten Muratara,” ungkapnya.

Hendra Zainudin berharap prestasi ini dipertahankan, dalam capaian pendidikan Islami,  di Kabupaten Musi Rawas Utara,  Ditunggu pemikiran sumbangsihnya dalam membangun pendidikan santri yang berkualitas di daerah.

''Prestasi ini dapat dicontoh Bupati maupun walikota lainnya dalam membangun kota maupun Kabupaten santri Di daerah. Ini sebagai bentuk apresiasi kami terhadap pihak yang sudah berkontribusi untuk Ponpes, baik dari pemikiran, perhatian, bantuan dan lain sebagainya,” kata Hendra.

Bupati Muratara, H. Syarif Hidayat berterima kasih atas penghargaannya sebagai bapak santri Sumatera Selatan. Tentunya ini prestasi yang harus dijaga,  sebuah sumbangsih dalam mengangkat harkat  martabat masyarakat Kabupaten Muratara yang berada, berakhlak dan religius.

''Komitmennya dalam dunia pendidikan santri tadi dalam rangka membuat image positif Muratara menjadi kota yang ramah, kota yang madani. Karena sebelumnya semangat dalam membangun santri sudah Ada semasa mudanya Di Muratara untuk ngaji meski jarak yang jauh. Dulu Kita mengaji  sampai beberapa kilo meter, untuk mengaji dengan jalan kaki,  kitapun semangat, Nah semangat ini harus dibangun lagi. Apalagi Muratara menjadi daerah otonom baru, yang ingin berkembang Di segala bidang,” ungkapnya.

Lanjut H. Syarif Hidayat,  dengan dikirimnya 360 Santri Tadi diharapkan sekembali ke Kabupaten Muratara mampu mendidik lingkungannya,  membentuk pengajian-pengajian Di masyarakat sebagai bentengi dahsyatnya kemajuan dan perkembangan zaman.

“Nah suasana seperti ini kita bangun,  karena dengan iman dan takwa kita dapat membangun masyarakat seutuhnya,” pungkasnya. (app/rel)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close