276 Orang Tewas Akibat Bom Truk di Somalia, Kecaman Dunia Mengalir


Lia Cikita 2017-10-16 16:30:10 Internasional 100 kali

Dampak ledakan bom truk di Somalia (Foto : istimewa)

Mogadishu, Kabar28.com,  - Korban tewas akibat ledakan bom truk di Mogadishu, Somalia bertambah menjadi 276 orang. Kecaman untuk aksi teror paling mematikan di Somalia ini mengalir dari berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris, hingga Prancis.

"Pemerintah federal Somalia mengkonfirmasi 276 orang tewas akibat ledakan itu dan 300 orang lainnya yang luka-luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit berbeda di Mogadishu," demikian pernyataan Kementerian Informasi Somalia seperti dilansir AFP, Senin (16/10/2017).

Dalam teror mengerikan yang terjadi Sabtu (14/10) waktu setempat ini, ledakan bom truk mengguncang dua perempatan sibuk di jalanan Mogadishu, tepatnya di luar Hotel Safari. Ledakan hebat ini menghancurkan gedung-gedung dan menghanguskan kendaraan yang ada di sekitarnya.

Petugas penyelamat dan paramedis berjuang semalaman untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak reruntuhan gedung. "Masih ada operasi penyelamatan nasional," sebut Kementerian Informasi Somalia. 

Disebutkan juga bahwa Somalia akan menggelar masa berkabung nasional dan doa bersama untuk para korban dalam beberapa hari ke depan. 

Dituturkan pejabat kepolisian setempat, Ibrahim Mohamed, kepada AFP bahwa kebanyakan jasad para korban hangus sangat parah hingga tidak bisa dikenali. Ibrahim Mohamed menyebut ledakan bom truk ini sebagai 'serangan paling mematikan'.

Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Namun kecurigaan mengarah para militan Al-Shabaab, yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Diketahui bahwa Al-Shabaab sebelumnya banyak mendalangi serangan bom bunuh diri untuk menggulingkan pemerintahan Somalia, yang didukung secara internasional. 

Kecaman pun mengalir dari dunia untuk ledakan mematikan ini. AS melalui pernyataan yang dirilis Departemen Luar Negeri (Deplu) mengecam ledakan bom ini dengan tegas. "AS akan terus mendampingi pemerintahan Somalia, rakyatnya, dan sekutu internasional kami untuk memerangi terorisme dan mendukung upaya mereka untuk mencapai perdamaian, keamanan dan kemakmuran," demikian pernyataan Deplu AS. 

Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, menyebut ledakan bom ini sebagai 'serangan pengecut'. "Mengecam keras serangan pengecut di Mogadishu, yang merenggut banyak nyawa tak berdosa," ucap Johnson.

Melalui Twitter, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan solidaritas untuk para korban ledakan ini. "Solidaritas untuk Somalia. Dukung Uni Afrika melawan kelompok teroris. Prancis mendampingi Anda," ujarnya. 

"Serangan di Somalia sangat mengerikan dan Kanada mengecamnya dengan keras. Kami berkabung bersama komunitas Somalia Kanada hari ini," ucap Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau via Twitter. 

Turki, melalui juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin mengumumkan pengiriman sejumlah pesawat yang membawa suplai medis. Ibrahim juga menyatakan para korban luka akan diterbangkan ke Turki dan menjalani perawatan medis di negara itu. Namun tak disebut jumlahnya. Turki merupakan donatur dan investor utama di Somalia.

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close