Sanksi Ekonomi Dicabut, Pemerintah Sudan Ucapkan Terima Kasih kepada AS


Lia Cikita 2017-10-09 20:12:11 Internasional 100 kali

Presiden Sudan, Omar Al Bashir. (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Pemerintah dan rakyat Sudan menyambut baik keputusan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mencabut sanksi secara penuh dan definitif. Pencabutan hukuman itu dilakukan oleh pemerintah AS pada 6 Oktober 2017.

“Sudan menilai keputusan ini sebagai perkembangan penting dalam sejarah hubungan Sudan-AS, yang merupakan hasil murni dari sebuah dialog terbuka, transparan, dan konstruktif dalam upaya mengatasi semua masalah di antara kedua negara, dan dipimpin dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab oleh Presiden Republik Sudan, Omar Hassan Ahmed al-Bashir, serta partisipasi aktif dan serius dari berbagai institusi terkait dari kedua belah pihak,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Sudan, Ghareb Allah Khidir, dalam keterangan pers, Senin (9/10/2017).

Menyusul keputusan ini, Sudan sepenuhnya menegaskan komitmen untuk terus menjalin kerjasama dengan AS dalam berbagai persoalan di tingkat bilateral, regional, dan internasional. Kerjasama terutama akan dijalin dalam aspek-aspek yang berkaitan dengan pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional, perang melawan segala bentuk terorisme, migrasi ilegal, serta perdagangan manusia.

Sudan bercita-cita membangun kembali hubungan AS dan berharap terus berkembang. Akan tetapi, hal itu tentu menuntut penghapusan nama Sudan dari daftar negara yang disebut menjadi sponsor terorisme. Sebab, hal itu tidak relevan dengan Sudan.

Penghentian langkah-langkah negatif atas Sudan yang diambil dan didukung oleh institusi-institusi Amerika di tingkat internasional telah membantu negara tersebut terlepas dari sanksi. Selain itu, pengambilan tindakan positif juga memungkinkan Sudan mendapat keringanan utang, seperti kasus yang menimpa banyak negara dengan kondisi pembangunan serupa.

Negara tersebut juga menegaskan komitmen untuk terus menjalankan tanggung jawab memelihara keamanan dan kepentingan nasional demi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Sudan juga menjadikan dialog sebagai satu-satunya jalan untuk mewujudkan dan menjaga stabilitas keamanan dalam negeri, memperkuat hubungan dan membangun jembatan komunikasi secara berkesinambungan dengan semua negara dunia, serta terus berperan aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan benua Afrika.

Sudan mengucapkan terima kasih kepada semua negara dan organisasi yang mendukung upaya pencabutan sanksi ekonomi AS atas Sudan. Ucapan tersebut terutama diberikan kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman, Mesir, Ethiopia, Liga Arab, Uni Afrika, Organisasi Kerjasama Islam, Parlemen Afrika dan Arab, serta organisasi IGAD.

Sumber : okezone.com

 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close