Myanmar-Bangladesh Sepakat bahwa ARSA adalah Musuh Bersama


Lia Cikita 2017-10-03 17:48:35 Internasional 82 kali

Myanmar dan Bangladesh melakukan pembicaraan. (Foto : istimewa)

Yangon, Kabar28.com, – Saat menyambut kunjungan para pejabat dari Myanmar, Bangladesh menyatakan bahwa Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) sebagai musuh bersama kedua negara bertetangga tersebut.

Myanmar mendeklarasikan ARSA sebagai kelompok teroris ekstremis sesuai dengan Undang-Undang Anti-Terorisme di Myanmar setelah kekerasan terhadap pos-pos keamanan pada 25 Agustus.

Menteri Luar Negeri Myanmar U Kyaw Tint Swe berkunjung ke Dhaka, ibu kota Bangladesh, dari Minggu hingga Selasa dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh Abdul Hassan Mahmood Ali untuk membuat rencana pemulangan warga Rohingya yang telah melarikan diri ke Bangladesh.

Pemerintah Myanmar mengklaim lebih dari 500 orang telah terbunuh sejak 25 Agustus, kebanyakan dari mereka adalah gerilyawan, yang dituduhnya menyerang warga sipil di negara bagian Rakhine utara.

Bangladesh juga menekankan kebijakannya yang tidak toleran terhadap terorisme, menurut sebuah pernyataan pada yang dikutip dari The Irrawaddy, Selasa (3/10/2017), yang dikeluarkan oleh Kantor Penasihat Negara Bagian Myanmar di halaman resmi Facebook.

Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan dalam sebuah pidato kepada masyarakat dan masyarakat internasional bahwa kembalinya Rohingya akan diterima tanpa masalah berdasarkan kesepakatan 1993 dengan Bangladesh.

Menurut laporan, kedua negara telah sepakat untuk membentuk sebuah "kelompok kerja" untuk memulai rencana pemulangan.

"Kami melihat ke depan untuk solusi damai terhadap krisis," ungkap Menteri Luar Negeri Bangladesh.

Sekadar diketahui, Bangladesh membuka pembicaraan dengan negara tetangga, Myanmar, pada Senin 2 Oktober. Pembicaraan tersebut dilakukan untuk menjamin kembalinya lebih dari setengah juta pengungsi Muslim Rohingya ke Myanmar yang sebagian besar telah tiba di Bangladesh sejak akhir Agustus.

Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina menyerukan diakhirinya kekerasan dan berdirinya zona aman di Myanmar untuk memungkinkan pengungsi kembali.

Selain itu, PM Hasina juga meminta misi pencarian fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pergi ke Myanmar dan menerapkan rekomendasi untuk memecahkan masalah di Rakhine yang disusun oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.

Bangladesh juga akan fokus pada lima proposal perundingan di Dhaka dengan pejabat pemerintah Myanmar Kyaw Tint Swe, khususnya terkait kembalinya para pengungsi. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat kementerian luar negeri Bangladesh.

"Kami rasa krisis ini tidak akan diselesaikan hanya dalam satu pertemuan," tukas pejabat Bangladesh.

Sumber : okezone.com

 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close