Waduh! 3 Kampus di Sumut Dijatuhi Sanksi Tak Boleh Gelar Wisuda, Kok Bisa?


Lia Cikita 2017-09-28 17:26:25 Pendidikan 158 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Medan, Kabar28.com,  - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI, menjatuhkan sanksi kepada tiga perguruan tinggi yang ada di Sumatera Utara (Sumut).

Ketiga perguruan tinggi itu yakni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sumut, Universitas Al Wasliyah (Univa) Medan dan Univa Labuhanbatu. Ketiga perguruan tinggi itu dijatuhi sanksi karena persoalan di internal mereka.

Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah I Sumut-Aceh, Dian Armanto memaparkan, Univa Medan dan Univa Labuhanbatu dijatuhi sanksi karena adanya dualisme kepemimpinan (rektor) di perguruan tinggi tersebut. Sementara STIKes Sumut, dijatuhi sanksi karena sejumlah persoalan. Di antaranya terkait data mahasiswa yang sudah tamat dari perguruan tinggi tersebut. Kemudian penambahan dosen serta terkait perpindahan status nama para mahasiswa dari Akper Takasima Kabanjahe menajadi ke STIKes Sumut.

"Untuk Univa, kemarin Pengurus Besar mereka sudah mengeluarkan surat menunjuk pejabat rektor yang ditugaskan menyelenggarakan perkuliahan agar nyaman, memilih senat dan juga pemilihan rektor baru. Untuk STIKes Sumut, mereka harus melakukan pembenahan atas persoalan yang ada dan dilaporkan ke kita setiap bulannya,” ujar Dian Armanto, Kamis (28/9/2017).

Dian menjelaskan, sanksi diberikan kepada ketiga perguruan tinggi itu yakni larangan menerima mahasiswa baru dan melakukan wisuda dalam kurun waktu 6 bulan. Jadi selama 6 bulan ini perguruan tinggi tersebut harus membenahi berbagai persoalan yang terjadi di internal kampus mereka.

“Setelah itu, mereka harus menyampaikan surat laporan hasil pembenahannya kepada kami (koopertis). Kita lalu evaluasi. Jika menurut kita sudah beres, baru akan kita rekomendasikan pencabutan sanksinya,” sebut Dian.

Dian pun mengimbau kepada para mahasiswa di ketiga perguruan tinggi itu untuk tidak panik akibat dari sanksi itu. Ia meminta agar para mahasiswa tetap menjalani perkualiahan secara normal.

“Enggak perlu panik. Ini cuma sementara. Seberapa lama, tergantung manajemen perguruan tingginya. Semakin pro aktif mereka (menyelesaikannya) maka semakin cepat pencabutan sanksinya. Mahasiswa kuliah saja, kan perkuliahan juga masih berjalan di masing-masing perguruan tinggi itu,” tandasnya.

Sumber : okezone.com

 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close