Menag: Penekanannya Pendidikan Berkarakter, Bukan 5 Hari Sekolah


Lia Cikita 2017-08-08 13:08:30 Pendidikan 152 kali

Lukman Hakim Saifuddin di UIN Yogyakarta (Foto : istimewa)

Yogyakarta, Kabar28.com,  - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, penekanan yang dimaui Pemerintah dalam sekolah adalah penguatan pendidikan karakter. Dia berharap Kementerian yang membawahinya (Kemendikbud) untuk tidak kemudian mempersempit maknanya menjadi kebijakan 5 hari sekolah.

"Sebenarnya begini, pemerintah tidak mengintrodusir, tidak menerapkan 5 hari sekolah itu," ujar Lukman kepada wartawan usia meresmikan gedung baru di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (8/8/2017).

"Yang ditekankan sesungguhnya pendidikan karakter, penguatan pendidikan karakter. Oleh karenanya ya kami berharap, jangan kemudian penguatan pendidikan karakter ini direduksi, dikurangi, dipersempit pemaknaanya menjadi 5 hari sekolah saja," lanjutnya.

Lukman menilai jika kebijakan tersebut hanya dimaknai pendidikan penuh waktu selama 5 hari, dikhawatirkan terjadi polemik di masyarakat. Karena para siswa di seluruh negeri ini tidak hanya belajar di sekolah-sekolah umum saja, tapi juga belajar di madrasah dan pondok pesantren.

"Karena itu (kebijakan 5 hari sekolah) di tengah-tengah masyarakat akan menghadapi persoalan yang kompleks. Karena banyak masyarakat kita khususnya para siswa-siswi kita tidak hanya (belajar) di sekolah umum," ungkapnya.

Lenih lanjut Lukman mengatakan, jika kebijakan 5 hari sekolah hanya asal diterapkan, dia yakin bakal mengganggu pendidikan di madrasah. Oleh sebab itu dia berharap kebijakan ini bisa diterapkan secara fleksibel di semua lembaga pendidikan.

"Tapi yang lebih utama di madrasah-madrasah, terlebih madrasah diniyah akan sangat terganggu dengan penerapan (kebijakan) 5 hari sekolah. Tapi untuk kebijakan (lima hari sekolah), poinnya bukan lima hari sekolah, tapi pendidik karakternya itu," pungkasnya.

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close