Tips Perawatan Kain Tenun


Mutiara Safitri 2017-06-17 22:50:55 Tips 332 kali

Kain Tenun (Foto : Istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,-   Selain batik, kain tenun juga merupakan kearifan lokal berbagai daerah di Indonesia yang unik. Kain tenun dibuat dengan teknik tenun, yakni teknik menggabungkan benang lungsin (benang yang disusun sejajar) dan benang pakan (benang yang disusun sejajar yang dimasukkan oleh tangan penenun ke susunan benang lungsin atau ke mesin).

Teknik ini kebanyakan masih dikerjakan secara tradisional atau dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) dan perlu waktu yang panjang. Hal inilah yang membuat harga kain tenun tak murah.

Terkadang karena bangga dan senang memiliki kain tenun, sampai-sampai kain tak dicuci agar kain awet dan warnanya tak pudar. Padahal itu bukan cara merawat kain tenun dengan benar. Kain tenun harus tetap dirawat dengan proses pencucian. 

Kadang orang takut mencuci kain tenun karena khawatir kain yang sudah dibelinya dengan harga mahal bisa rusak karena dicuci. Ada pula kain tenun yang dicuci dengan cara dry clean.

"Perawatan kain tenun sebenarnya cukup mudah, tak harus dry clean atau laundry," kata desainer sekaligus penggiat tenun Wignyo Rahadi. Pemilik rumah mode Tenun Gaya ini pun tak ragu memberikan beberapa tips merawat kain tenun.

Kain tenun ternyata perlu dicuci untuk menghilangkan debu dan menjaganya agar tetap bersih. Tak perlu di-dry clean, kata Wignyo, kain tenun cukup dicuci seperti biasa dengan sabun yang lembut, misalnya sabun silky, sabun khusus untuk batik atau lerak. "Kalau kepepet bisa pakai sampo bayi," tambahnya. 

Wignyo menyarankan, saat mencuci, kain tak perlu direndam ke dalam air sabun, tapi cukup dicelup-celupkan. Jangan kucek terlalu kuat. Selain itu, menurutnya, yang terpenting lagi adalah cara penjemuran. "Jangan sampai kena panas matahari secara langsung, karena bukan tenunnya yang rusak tapi warnanya akan cepat pudar," tegasnya. 

Mungkin pernah juga pemilik kain tenun menemui masalah noda yang sulit hilang pada kain tenun. Walau sudah dicuci dan noda tetap tak hilang, Wignyo menyarankan untuk mewarnainya lagi. Hal ini memungkinkan jika kain punya warna yang agak cerah dan noda dapat tertutup jika ditumpuk lagi dengan warna yang lebih gelap. 

Kain tenun yang sudah kering, dapat disetrika terlebih dahulu sebelum disimpan. Tak perlu takut menyetrika kain tenun. Kain tenun akan aman jika disetrika dengan hati-hati. Setrika bagian dalamnya saja untuk menghindari resiko memudarnya warna kain. Jika tetap ingin menyetrika bagian luarnya, alasi kain dengan kertas agar alas setrika tak langsung bersentuhan dengan kain tenun. 

"Penyimpanan usahakan di dalam lemari atau tempat penyimpanan lain. Bisa juga pakai kapur barus untuk menghilangkan ngengat," tutupnya.

Sumber : cnnindonesia.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close