Masih Moratorium, Pendirian PTN di NTT Tunggu Arahan Presiden


Lia Cikita 2017-04-08 13:52:06 Pendidikan 122 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Manggarai, Kabar28.com, - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, dirinya masih menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendirikan perguruan tinggi negeri (PTN) baru di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di Pulau Flores.

"Masih ada moratorium pendirian perguruan tinggi. Menunggu arahan presiden," kata Nasir di sela kunjungan kerjanya di kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (8/4/2017).

Dia mengungkapkan, sudah melakukan survei lokasi di Universitas Nusa Nipa, Maumere, guna menguji kelayakan kampus di kawasan Indonesia Timur itu untuk diubah statusnya dari swasta menjadi negeri. Hasilnya, Nasir akan mengusulkan kepada presiden terkait pengubahan status Universitas Nusa Nipa.

"Soal tempat ada di Maumere, ada Universitas Nusa Nipa, sudah saya cek kondisi layak. Semua warga Flores bisa kuliah di situ tidak perlu menyeberang pulau," ucapnya.

Kehadiran PTN di Flores, lanjut Nasir, penting guna mengurangi pengangguran di NTT, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di salah satu area Indonesia Timur itu.

Menurut dia, terdapat sembilan kabupaten di Pulau Flores, tetapi belum memiliki PTN. Jumlah lulusan SMA/SMK di Flores terbilang tinggi berikut penganggurannya karena sedikitnya lembaga pendidikan tinggi yang mewadahi para lulusan itu ke jenjang pendidikan di atasnya.

"Kami usulkan kepada presiden, mudah-mudahan ada dukungan. Tapi saat ini masih moratorium jadi nanti PTN di Flores itu bisa diwujudkan di tahun 2018 atau 2019," sebutnya.

Terkait moratorium pendirian perguruan tinggi baru itu tertuang dalam Surat Edaran 2/M/SE/IX/2016 dan berlaku mulai 1 Januari 2017. Tujuan moratorium sendiri agar pemerintah menghentikan sementara pendirian perguruan tinggi guna fokus menggenjot kualitas kampus di Indonesia, seiring semakin banyaknya perguruan tinggi baru tapi belum mendapatkan akreditasi memadai.

Pendirian perguruan tinggi baru yang terkena aturan moratorium itu khusus untuk pendidikan akademik seperti di universitas, institut, dan sekolah tinggi. Sementara untuk pendirian perguruan tinggi kejuruan dan institut teknologi tetap dibuka.

Selain itu, pembukaan program studi yang masih diperbolehkan adalah di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika. Kemudian pendirian kampus dan prodi masih diizinkan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close