Penyelenggaraan UNBK Terkendala Masalah Teknis, Apa Saja?


Mutiara Safitri 2017-04-07 09:56:07 Pendidikan 159 kali

Ilustrasi Penyelenggaraan UNBK (Foto : Istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih diwarnai sejumlah masalah teknis. "Sejumlah persoalan terjadi pada UNBK tingkat SMK seperti pemadaman listrik, jaringan lambat hingga soal tidak muncul pada saat ujian berlangsung," ujar Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, di Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Akibat berbagai persoalan teknis tersebut, ujian terpaksa dihentikan dan para siswa akan mengikuti ujian ulang tersebut mengikuti ujian susulan. Laporan posko pengaduan UNBK FSGI yang diterima pada hari keempat ini berasal dari Mataram, Bima, Jambi, Kota Medan, Garut Tasikmalaya, dan DKI Jakarta. "Tetapi soal mata uji kejuruan untuk SMK di Jakarta muncul. Kemungkinan persoalan tidak munculnya soal mata uji kejuruan disebabkan oleh jaringan internet yang tidak sama, spesifikasi komputer yang berbeda dan jenis mata pelajaran tertentu yang disusun oleh direktorat terkait (ada yang gambar, grafik, tulisan saja) sangat memungkinkan tampilan yang tidak sama," ujar dia.

Hal itu juga berdasarkan pengalaman waktu pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) beberapa waktu lalu. Laporan kejadian soal UNBK yang tidak muncul UNBK yang diterima FSGI berasal dari sejumlah daerah yakni Garut, Tasikmalaya, Mataram, dan Bima. Soal mata uji untuk kejuruan yang tidak muncul soalnya tersebut, yaitu agribisnis tanaman perkebunan (ATP), perbankan, rekayasa perangkat lunak (RPL), teknik audio visual (TAV) dan penanganan kesehatan ternak. "Bahkan soal ATP dan kesehatan ternak sama sekali tidak muncul soalnya di Bima dan Mataram," tuturnya.

Untuk soal keahlian yang lain soal tidak muncul variatif nomornya, misalnya SMK Yusuf Abdussatar (NTB) jurusan RPL banyak soal yg tidak muncul lebih dari 20 soal. Kendala teknis lainnya adalah pemadaman listrik dan menyulitkan sekolah yang tidak memiliki genset, seperti sebagian sekolah di Dompu dan Bima mengalami pemadaman listrik mulai jam 9.15 dan baru hidup lagi pukul 12:00 sehingga ujian sesi pertama baru dimulai pukul 12:00 waktu setempat.

Kendala lainnya adalah jaringan internet yang lambat seperti dialami oleh SMKN 1 Sekoton, sehingga sampai pukul 8.30 WIB UNBK hari keempat belum bisa dimulai. "Beberapa siswa yang tidak keluar soalnya, ada yang bisa login ulang dan ada yg tidak bisa login kembali, yang tidak bisa login dipastikan akan UNBK Ulang SMK yang dijadwalkan 17-18 April 2017," cetus dia.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close