Waduh, Ombudsman Temukan Pungli Pengadaan Komputer untuk UN


Lia Cikita 2017-04-05 15:39:10 Pendidikan 157 kali

Ilustrasi pungli (Foto : istimewa)

Medan, Kabar28.com,  - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim telah meningkatkan angka partisipasi dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) naik 1.000 persen atau sepuluh kali lipat dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu hanya sekira 90 sekolah yang mengikuti UNBK di Sumut, tahun ini telah mencapai 904 sekolah.

Namun dalam perjalanannya, upaya peningkatan partisipasi dalam UNBK itu masih diwarnai dengan adanya tindakan pungutan liar yang patut diduga dilakukan pihak sekolah terhadap orangtua murid. Pungli dimaksud untuk membeli perlengkapan pelaksanaan UNBK.

“Kita menemukan pelanggaran dugaan pungli di dua sekolah, yakni di SMA Negeri 3 Sibolga dan SMA Negeri 4 Padang Sidimpuan. Pungli itu berdalih pengadaan komputer pelaksanaan UNBK. Jumlahnya mencapai Rp165 ribu per siswa,” kata Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar, Rabu (5/4/2017).

Abyadi mengaku, temuan adanya dugaan pungli itu pun sudah mereka tindaklanjuti. Pihaknya telah menyurati Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara agar melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan di kedua sekolah tersebut.

“Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 75 Tahun 2016, jelas tertulis kalau Komite Sekolah dilarang melakukan pungutan. Jadi semua harus patuh,” tegasnya.

Sementara itu terkait adanya temuan kecurangan pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada hari kedua ini, Abyadi mengaku belum ada. Begitu pula dengan adanya kecenderungan kebocoran soal. Posko pengaduan yang mereka buka untuk pelaporan kecurangan UN pun belum mendapatkan satupun laporan dari masyarakat.

“Tapi kita terus melakukan pemantauan agar UN tahun ini berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada,” tegasnya.

Sumber : okezone.com

 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close