Ijaza Bermasalah, 14 Siswa Disarankan Ikut Ujian Kesetaraan


Lia Cikita 2017-03-04 18:55:44 Pendidikan 170 kali

Ilustrasi Ujian Kesetaraan (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Dinas Pendidikan Mengengah (Dispenmen), Kabupaten Mimika, Papua, menyarankan belasan siswa SMA dan SMK untuk mendaftar sebagai peserta ujian kesetaraan SMP (paket B) dan ujian kesetaraan SMA (paket C).

Mereka tidak bisa mengikuti ujian nasional 2017 karena memilki berkas ijazah dan surat keterangan hasil ujian nasional yang bermasalah.

"Kami sarankan untuk 14 siswa yang saat ini duduk di bangku kelas 12 SMA dan SMK yang ada agar ikut ujian paket saja mereka sudah dinyatakan tidak dapat mengikuti Ujian Nasional (UN) 2017 ini," kata Kepala Bidang SMK Dispenmen Mimika, yang juga sebagai Ketua Panitia UN tingkat SMA/SMK Kabupaten Mimika, Selcius Efraim Arom di Timika, Sabtu (4/3/2017).

Ia mengatakan berdasarkan hasil verifikasi data peserta UN tingkat SMA/SMK di kabupaten Mimika tahun 2017, ada 14 siswa kelas 12 yang berasal dari satu SMA dan lima SMK yang tidak lolos lantaran berkas berupa ijazah bermasalah.

"Informasi yang kami terima dari Dinas Pendidikan Provinsi itu bahwa berkas berupa ijazah dan SKHUN dari ke-14 siswa tersebut adalah palsu. Artinya ijazahnya legal tetapi bukan nama siswa bersangkutan," ujarnya.

14 siswa tersebut masing-masing berasal dari SMA YPPGI sebanyak dua orang, SMK Taruna Rajawali sebanyak 2 orang, SMK Pelayaran sebanyak enam orang, SMK Filadelfia sebanyak satu orang, SMK Mararti sebanyak dua orang dan SMK Negeri 4 sebanyak satu orang.

Pelaksanaan ujian kesetaranaan kali ini, menurut Selcius, mengikuti jadwal UN di tingkat SMP dan SMA untuk itu para siswa tersebut dapat menyesuaikan diri dengan pelaksanaan dua ujian tersebut.

"Kita sedang melakukan pendataan peserta paket melalui Bidang Pendidikan Non Formal untuk itu masih ada kesempatan untuk anak-anak ini mendaftarkan diri sebagai peserta nanti," tuturnya.

Sementara itu terkait jumlah peserta UN tingkat SMA/SMK di Mimika tahun ini terdaftar sebanyak 2.282 siswa yang berasal dari 19 SMA dan 19 SMK yang ada di wilayah itu.

Sedangkan sekolah yang akan menyelenggarakan UN berbasis komputer (UNBK) sebanyak 15 sekolah yang terdiri dari sembilan SMK dan enam SMA.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close