SDN di Sumenep Disegel Warga, Siswa Terpaksa Belajar di Balai Desa


Mutiara Safitri 2017-02-11 13:17:43 Pendidikan 211 kali

Ilustrasi Sekolah (Foto : Istimewa)

Sumenep, Kabar28.com,- Karena terbelit utang piutang puluhan juta, SDN II Billapora Rebba, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, disegel warga.

Penyegelan yang dilakukan sejak dua hari lalu tersebut menyebabkan 30 siswa kini terpaksa belajar di luar kelas, yakni di balai desa setempat.
 

Ramli, penjaga SDN II Billapora Rebba mengatakan, pada 2016 lalu, SDN II Billapora Rebba menerima bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 221,9 juta untuk rehabilitasi tiga ruang kelas belajar.

Menurut dia, dana tersebut ternyata tidak cukup, sehingga pihak sekolah terpaksa meminjam ke warga setempat senilai Rp 35 juta.

"Utang tersebut menjadi tanggung jawab pihak kepala sekolah," ujar dia, Jumat (10/2/2017).

Ramli menyebutkan, utang piutang itu, berawal dari perintah kepala sekolah kepadanya, yang merupakan pegawai hononer.

Dia disuruh mencari uang pinjaman terlebih dahulu, dan dijanjikan oleh kepala sekolah akan dibayar kalau sudah termin ketiga cair.

"Dari Rp 35 juta utang sekolah tersebut, Rp 20 juta untuk tunggakan pembayaran kayu dan Rp 15 juta utang ke saudara saya. Tapi sampai saat ini belum dibayar,’’ ucap dia.

Namun sebut Ramli, saat termin ketiga cair, kepala sekolah mengaku tidak tahu menahu dengan utang untuk keperluan renovasi sekolah.

"Karena utang yang belum dilunasi itulah, maka sekolah ini akhirnya disegel," katanya.

Sementara Kepala sekolah SDN II Bilapora Rebba, Sri Handayani mengaku bingung dengan penyegalan sekolah yang dipimpinnya.

Dia menyatakan, pembangunan rehabilitasi, pihaknya tidak meminjam uang ke warga.

"Kami tidak merasa lembaga sekolah ini punya utang. Saya juga tidak pernah menyuruh utang atau meminjam uang ke orang," ujar Sri.

Adapun Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Lenteng, Moh Ridwan, menyebutkan, pihaknya sudah melaporkan penyegelan SDN II Desa Billapora Rebba ke Dinas Pendidikan Sumenep.

"Masalah utang piutang itu kami tidak pernah tahu. Yang penting, sekolah tidak boleh disegel, agar siswa tetap bisa belajar dengan tenang," tegas Ridwan.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close