Mahasiswa UII Tewas, LPSK Minta Kekerasan Dihentikan


Mutiara Safitri 2017-01-24 13:58:54 Pendidikan 277 kali

Ilustrasi Kekerasan (foto: isimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyesalkan adanya dugaan kekerasan terhadap peserta Pendidikan Pelatihan Dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta.

Peristiwa di kamp Pranten, Tlogodringo, Desa Gondosuli, Tawangmangu, itu menyebabkan dua mahasiswa, Muhammad Fadli, 20, dan Syaits Asyam, 19 tewas.

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai prihatin karena terjadi lagi aksi kekerasan di lingkungan pendidikan dalam beberapa waktu terakhir.

Dia mengatakan, sudah seharusnya lembaga pendidikan jauh dari aksi berbau kekerasan.

“Pendidikan yang diperuntukkan bagi para siswa itu hendaknya memiliki dan mengandung rasa kemanusiaan,” kata Semendawai di Jakarta, Selasa (24/1).

Karenanya, ia meminta aksi kekerasan di lingkungan pendidikan dilakukan secara sungguh-sungguh.

Artinya, kasus itu tidak hanya diselesaikan secara kekeluargaan saja, melainkan dibutuhkan penegakan hukum sehingga ke depan tidak lagi terjadi.

Terlebih, kekerasan di lingkungan lembaga pendidikan terus berulang. itu terjadi karena penanganan kasus-kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kerap diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa mengedepankan penegakan hukum.

Kasus yang terjadi baik di STIP Jakarta Utara maupun di UII Yogyakarta, harus menjadi momen untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Jika ada korban atau saksi yang mengetahui adanya aksi kekerasan yang terancam atau memerlukan layanan dari LPSK, bisa mengajukan permohonan,” tutur dia.

Sumber : jpnn.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close