KAD Sumsel Siap Berkolaborasi dengan Pemerintah


Arie Perdana Putra 2020-10-16 19:20:44 Palembang 23 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), melaksanakan perkenalan organisasi kepada masyarakat, di kantor Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumsel, Palembang, Jumat (16/10/2020). 

Ketua KAD Sumsel, Husyam mengatakan, KAD adalah lembaga yang dibentuk berdasarkan hasil analisa panjang tentang pemberantasan korupsi di Indonesia. KAD bermitra dengan KPK RI, dan terbentuk di 19 provinsi di Indonesia.

"Di Sumsel sudah ada sejak 2018. Alhamdulillah kita telah diberi SK pada saat itu. Tujuan KAD adalah memberikan nilai tambah dan membangun reputasi bagi organisasi KAD Anti Korupsi Sumsel. Memicu interaksi dengan organisasi lain yang dapat memberikan umpan balik, menyarankan perubahan dan membagikan contoh praktik yang baik. Target kegiatan ini terjadinya pertukaran pengetahuan terkait bisnis berintergaplikasi dan program anti korupsi internal yang berjalan di organisasi dengan harapan adanya perbaikan organisasi masing-masing," katanya.

Lanjutnya, secara memberikan payung hukum berdasarkan SK Gubernur, untuk menjalankan tugas ebagai fungsi kontrol kita kepada pemerintah dan pelaku usaha.

"KAD orang-orang yang didalamnya terdiri dari para pelaku usaha, dari semua Asosiasi yang berada dibawah KADIN atau diluar KADIN. Tapi pada fungsi sebenarnya seluruh lembaga asosiasi pengusaha yang berkaitan dengan usahanya, maka kita dorong serta bergabung KAD," bebernya.

Menurut Sekretaris KAD Anti Korupsi Provinsi Sumsel, H. Hasannuri AR menuturkan, guna kelancaran koordinasi dalam pelaksanaan kolaborasi KAD Anti Korupsi Sumsel dan Kadin, sebagai dasar hukum, maka KAD Anti Korupsi Provinsi Sumsel dilakukan dengan keputusan Gubernur Sumsel Nomor 524/KPTS/ITDAPROV/2020 tentang KAD Anti Korupsi Provinsi Sumsel.

"Kita akan menjaring isu strategis di dunia usaha dan pemerintahan yang mengarah pada grativitasi, suap, sogok. Kita akan melakukan pencegahan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian Kadin Sumsel Afandi Udji menmbahkan, selama ini pelaku usaha sering terkendala dalam perizinanya. Padah pelaku usaha ini sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan Pendaatan Asli Daerah (PAD).

"KAD Anti Korupsi Sumsel muncul agar pelaku usaha dapat berkembang dan berimbas ada peningkatan PAD. Dengan mencegah suap dan korupsi, maka pembayaran resmi akan  masuk pada PAD kabupaten dan kota," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close