Pemprov DKI Berencana Integrasikan Seluruh Transportasi Umum


Arie Perdana Putra 2020-08-06 19:11:57 Nasional 52 kali

Kadishub DKI Jakarta

JAKARTA, Kabar28.com,-  Pemprov DKI Jakarta berencana mengintegrasikan seluruh transportasi umum di ibu kota.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, integrasi itu termasuk merangkul operator transportasi online seperti Grab dan Gojek untuk bergabung dalam 'Super Apps'.

"Oh begini, itu kan yang kemarin di diskusi webinar, bahwa kita bicara integrasi di era sekarang ini kita harus berpikir seluruhnya ada engage teknologi di sana. Semuanya sekarang harus mengandalkan aplikasi, sudah ada aplikasi angkutan daring itu sudah ada Grab, sudah ada Gojek gitu kan, ada juga beberapa aplikasi lainnya yang tentunya kalau Jakarta itu kan sudah dibilang ada Super Apps-nya namanya Jaki, Jakarta Kini itu integrasi keseluruhannya sudah ada. Tinggal ke depan untuk sektor transportasi harus dibuat Super Apps-nya begitu," ujar Syafrin saat dihubungi, Kamis (6/8/2020).

Menurutnya, integrasi transportasi harus bisa merangkul perusahaan pemerintah maupun swasta. Syafrin mengatakan Pemprov DKI saat ini baru mengintegrasikan seluruh layanan transportasi, mulai dari MRT, Transjakarta, LRT, KRL hingga angkutan lanjutannya seperti angkot.

"Tentu dalam tataran integrasi semuanya masuk, karena pola pengembangan integrasi yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta tahap awal yang sekarang ada itu adalah bagaimana mengintegrasikan seluruh layanan angkutan umum yang ada, apakah itu MRT, Transjakarta, LRT, kemudian KRL dengan angkutan lanjutannya ada angkot," ucapnya.

Meski demikian, lanjut Syafrin, pembuatan 'Super Apps' dengan memasukkan Grab dan Gojek itu masih dalam tahap ide. "Baru ide-ide gagasan, namanya dalam diskusi ilmiah semuanya akan muncul," katanya.

Syafrin mengatakan, apabila ide tersebut bisa terlaksana maka akan ada sejumlah manfaat yang didapat. Mulai dari efektif, efisien dan ekonomis.

"Tentu jika prinsip integrasi itu kan tadi bisa dapat tiga E-S itu, efektif, efisien ekonomis dan sustain, jadi warga bisa memiliki alternatif pilihan dalam melakukan pergerakan di awal. Sehingga dia mampu melakukan perencanaan, pergerakan dengan baik," katanya. (detikcom)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close