Tanyakan Insentif, Nakes di OI Malah Dipecat


Arie Perdana Putra 2020-05-29 11:13:37 Ogan Ilir 265 kali

Nakes di OI saat berunjuk rasa beberapa waktu lalu

INDRALAYA, Kabar28.com,- 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumatra Selatan, dipecat karena menuntut transparansi insentif dan alat pelindung diri (APD) demi keselamatan kerja, asupan vitamin dan rumah singgah yang layak.

Salah satu tenaga medis yang enggan disebut namanya mengungkapkan risiko yang mereka hadapi ketika menangani pasien Covid-19, tak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka terima.

Sementara insentif yang dijanjikan pemerintah, tak kunjung tiba. Alih-alih, mereka kini malah dirumahkan.

"Kami tidak berharap untuk dibeginikan, rasanya terzolimi. Kami mau menanyakan keselamatan kami, kami mau menanyakan hak-hak kami, cuman kok akhirnya kami begini, dirumahkan. Miris sekali rasanya," ujarnya seperti dilansir dari BBC News Indonesia, Rabu (28/5/2020).

Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam beralasan pemecatan para tenaga medis itu lantaran mereka 'mangkir' kerja selama lima hari karena mogok kerja.

Akan tetapi tenaga medis itu menegaskan meski melakukan aksi, dirinya tetap menjalankan shift kerjanya. Bahkan, ketika mendapat kabar dirinya dipecat, dia sedang bertugas.

"Sebenarnya kami kerja ikhlas, kalau dikatakan kami menuntut insentif, rasanya gimana gitu. Dari dulu kerjanya cuma ikhlas. Tapi berhubung dari pemerintah pusat menjanjikan ada insentif, kami perlu tahu lah kira-kira berapa," ujar salah satu tenaga medis yang enggan disebut namanya.

"Cuma ketika kami menanyakan aja nggak dijelaskan berapa nominal yang kita terima," ujarnya.

Namun, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam beralasan pemecatan 109 tenaga medis itu dilandasi tuntutan mereka yang dia sebut "mengada-ada".

Insentif bagi tenaga medis merupakan salah satu komitmen pemerintah yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada 23 Maret silam. Kala itu, dia mengatakan pemerintah akan memberikan insentif bulanan kepada tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close