Bupati OI: Pemecatan 109 Nakes Sudah Sesuai Prosedur


Arie Perdana Putra 2020-05-21 21:30:05 Ogan Ilir 64 kali

INDRALAYA, Kabar28.com,- 109 tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ogan Ilir dipecat, karena menolak menangani pasien yang terinfeksi Covid-19.

Bupati Ogan Ilir (OI), HM Ilyas Panji Alam menjelaskan, pemecatan tersebut sudah sesuai prosedur.

"Para tenaga medis yang baru dipecat ini awalnya meminta beberapa fasilitas selama Covid-19. Mereka meminta insentif uang lelah, APD dan rumah singgah sementara," katanya.

Diungkapkannya, beberapa tuntutan terebut sudah dipenuhi oleh RSUD. Namun, untuk insentif hanya dikhususkan bagi tenaga medis yang terlibat menangani pasien terkait Covid-19.

“Insentif untuk yang menangani Covid-19, tuntutan mereka sudah ada,” ungkapnya.

Sementara, Direktur RSUD OI, Roretta Arta membenarkan pemecatan 109 tenaga medisnya, dimana salah satunya karena tidak mau masuk kerja saat rumah sakit sedang membutuhkan.

“Mereka tidak mau menangani pasien COVID karena takut ada tuntutan, tapi semua sudah dipenuhi,” katanya, Kamis (21/5/2020).

Dikatakan Roretta, pemecatan ratusan tenaga medis setelah mereka melakukan aksi mogok dan demo di DPRD Ogan Ilir pada 18 Mei lalu. Mereka yang mogok adalah bidan dan perawat yang masih berstatus honorer.

“Yang diberhentikan perawat dan bidan. Kami masih punya pegawai PNS dan tenaga kesehatan yang masih mau bergabung,” pungkasnya. (red)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close