109 Tenaga Kesehatan RSUD OI Dipecat


Arie Perdana Putra 2020-05-21 10:25:40 Ogan Ilir 111 kali

INDRALAYA, Kabar28.com,- 109 tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir (OI) yang terdiri dari honorer perawat, bidan, analis, sopir ambulance dan petugas kesehatan lainnya dipecat secara tidak hormat oleh Bupati OI HM.Ilyas Panji Alam, Rabu (20/5/2020) sore.

Hal ini diperkuat dengan SK Bupati No.191/KEP/RSUD/2020 tentang pemberhentian dengan tidak hormat tenaga medis honorer RSUD Kabupaten OI yang ditetapkan di Indralaya pada tanggal 20/5-2020 dan di tanda tangani oleh Bupati OI HM.Ilyas Panji Alam.

Hal ini juga diakui dan dibenarkan oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ogan Ilir (OI)
Roretta Arta Guna Riama, saat dihubungi media ini via ponselnya Rabu (20/5/20) malam.

Roretta mengakui, pemecatan secara tidak hormat oleh bupati OI terhadap lebih dari 100 tenaga medis ini dengan alasan para tenaga honorer kesehatan di RSUD Tanjung Senai ini tidak masuk kerja alias mogok kerja dan tidak mau menangani pasien yang terpapar virus Covid-19. ” saya tidak berhak memecat mereka, karena mereka SK bupati, jadi bapak bupati yang berhak memecat mereka, dan surat pemecatan mereka baru selesai di tanda tangani oleh bapak bupati sore tadi”, ujar Roretta.

Saat disinggung alasan pemecatan, menurut dr.Roretta para tenaga medis ini selain tidak masuk kerja juga tidak mau menangani pasien terpapar Covid-19 dengan alasan takut tertular. ” mereka dipecat karena tidak masuk kerja dan tidak mau menangani pasien Covid-19 karena takut”, terang Roretta.

Seperti diberitakan sebelumnya,
ratusan tenaga medis ini beberapa hari yang lalu mendatangi komisi IV DPRD OI untuk meminta keterbukaan dari Direktur RSUD Ogan Ilir dalam penanganan virus corona. Karena beratnya tugas-tugas dalam penanganan penyakit menular ini, paramedis ini meminta perlindungan hukum dalam tugasnya serta fasilitas yang memadai.

Juga karena selama ini tidak ada kejelasan terhadap besarnya jumlah insentif serta ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang standar serta perlindungan hukum di dalam menjalankan tugas. Sementara tugas nakes ini berada di garda terdepan setiap menangani pasien covid 19 dengan nyawa taruhannya.
Selain itu, para medis ini meminta tambahan vitamin serta tambahan insentif. (red)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close