Ketua PHRI Sumsel: Jangan Hanya Work From Home tapi Work From Hotel


Arie Perdana Putra 2020-04-02 14:48:42 Palembang 87 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) sumsel sekaligus Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera II meliputi Sumatera Selatan (Sumsel), Bangka Belitung (Babel), Jambi, Lampung dan Bengkulu Herlan Aspiudin menyikapi tentang banyaknya penurunan omset untuk bagi para pengusaha baik itu Hotel, Restauran, tempat hiburan lainnya yang ada dikota Palembang pada umumnya, dan Sumsel pada umumnya, demikian saat ditemui dikediamannya diPalembang, Kamis (2/4/2020).

Dikatakan Herlan Aspiudin, alhamdulillah masyarakat kota Palembang patuh terhadap peraturan pemerintah sehingga mereka mengcannel semuanya, tetapi itu berdampaknya event-event yang sudah terjadwal dibatalkan, otomatis tamu-tamu hotel kosong tidak ada, itu yang mengakibatkan okupansi terjun bebas yakni diangka 90 persen, hanya yang mendesak kehotel kebanyakan orang melakukan Work Form Home (WFH). Bisa juga sosialisasikan jangan WFH, tetapi bisa Work From Hotel yakni bisa mantap dikamar ngajak keluarga tapi tetap sambil bekerja, sehingga hotel masih berisi, artinya konomi masih bergerak, ujarnya. 

Kemudian, sekarang ekonomi sedikit berhenti, hampir seluruh stop, hanya ada tinggal belanja dipasar, dan lain-lain tidak ada kegiatan. Karena virus Corona banyak merefensi kemana-mana itu yang kita dengar, ada juga yang buat berita-berita yang seram, pesan dari Gubernur Sumsel jangan yang seram-seram, kita harus santai saja tapi tetap waspada, bahwa virus ini berbahaya, penyebaran seperti ini, maka kita pelajari, masyarakat ini harus diberi edukasi benar oleh media, dan saat ini media berperan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, ungkapnya.

Masih menurutnya, masyarakat harus dipintarkan. Dampaknya sangat luar biasa, kalau restauran masih beroperas karena masih ada orang yang makan, kalau ke hotel masih bisa ditahan. Tapi padahal kalau masyarakat paham dan mengerti, bahwa dihotel disemprot disinfektan, dan juga sangat bersih. Karena dihotel itu setiap menit dibersihkan oleh cleaning service, jadi alternatif untuk Work From Home, bisa menjadi Work From Hotel. Jadi jangan takut ke hotel. Bekerja bisa dihotel, tidak juga harus dirumah. Hotel itu bisa dijadikan salah satu untuk mengisolasi diri dari wabah ini, sehingga mereka bisa dengan tenang tidak terganggu dengan yang lainnya, karena dihotel terjamin, bebernya.

Lanjutnya, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) nomor 440/2436/SJ tentang Pencengahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVlD-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah tertanggal 17 Maret 2020 pada poin 5 yang berbunyi “Memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberian insentif/stimulus berupa pengurangan atau penghapusan pajak dan retribusi daerah bagi pelaku usaha termasuk UMKM yang ada didaerah untuk menghindari penurunan produksi dan PHK massal". Prmasalahan ini (COVID-19) atau Virus Corona adalah merupakan krisis Global yang memukul kehidupan sektor Industri secara menyeluruh, khususnya Sektor Hotel dan Restoran, tegasnya. 

Ditambahkannya, pemantauan kami sampai dengan saat ini tingkat hunian/okupansi Hotel rata-rata mematikan jalannya operasional Industri Perhotelan. Dengan kondisi yang demikian, maka Industri Hotel dan Restoran tidak lagi dapat memberikan jaminan pekerjaan kepada pekerjanya, sehingga dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam pelaksanaan hubungan industrial. Beban perusahaan dengan pendapatan sudah tidak sesuai lagi. Namun tetap kita berharap bagi semua yang mempunyai usaha hotel, restauran untuk segera masuk menjadi anggota PHRI supaya bisa kita koordinir kalau ada permasalahan dilapangan, dan stop panik untuk hadapi wabah ini, semoga wabah ini cepat berlalu, pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close